MAKASSAR, BKM–Komunitas Dongeng “Aksikita” tak melupakan memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi. Mereka melakukan kegiatan mendongeng, Minggu (23/4) lalu di Rusunawa Lette, Kecamatan Mariso.
Sasaran utama mereka adalah anak-anak yang tinggal di Rusunawa dan anak-anak didik dari sekolah pesisir.
Mengusung tema “Wanita dan Bumi”, para Pendongeng Aksikita mengenalkan tokoh pahlawan Kartini kepada anak-anak di sana. Selain mengenalkan tokohnya, juga di ceritakan tentang sejarah perjuangan dan nilai-nilai karakter kartini.
Salah satu pendongeng, Agnes Rapi Pabumbun mengatakan, jika kali ini anak-anak diharapkan bisa lebih mengenal dan menjadikan Kartini sebagai panutan mereka. “Dongeng tentang Kartini ini dibawakan dengan bahasa sederhana agar dapat dipahami oleh anak-anak, sehingga nilai perjuangan Kartini dapat tertanam baik dalam hati dan pikiran anak,” kata Agnes.
Selain mengenalkan Kartini, para Pendongeng Aksikita juga mengangkat isu lingkungan. Hal ini supaya anak-anak paham tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini sebagai upaya pencegahan bencana alam. Kerusakan alam dikisahkan dalam dongeng yang bercerita tentang bencana alam yang timbul jika membuang sampah sembarang. “Melalui dongeng, anak-anak paham akibat dari tidak merawat lingkungan,” tambah Agnes.
Apa itu Aksikita? Aksikita adalah komunitas dongeng di Makassar yang aktif mengadakan kegiatan mendongeng tiap minggunya kepada anak-anak. Founder Aksikita, Yusri mengatakan jika selama ini dongeng hanya dianggap sebagai hiburan semata. Padahal menurut pria kelahiran Bone ini, dongeng dapat dijadikan sebagai sarana menyalurkan nilai-nilai moral baik pada anak. ”Dongeng bisa meningkatkan imajinasi dan kreatifitas anak, peka terhadap lingkungan, problem solving, meningkatkan ikatan emosi antara anak dengan orangtua atau guru, dan lain-lain,” jelas Yusri.
Yusri juga mengatakan jika berdasarkan penelitian, metode belajar untuk anak dengan menggunakan dongeng ternyata lebih efektif dibanding belajar secara formal. “Di negara-negara maju, telah dibuktikan jika pembelajaran dengan menggunakan metode yang santai seperti mendongeng ini, lebih efektif daripada belajar seperti pada umumnya di sekolah. Maka dari itu kita menggunakan dongeng supaya anak-anak juga semakin terhibur,” tambah Yusri.
Bukan hanya dongeng saja yang menjadi fokus mereka. Aksikita juga memiliki program lain. Seperti kunjungan ke sekolah-sekolah, surat untuk teman (mengirimkan surat ke mahasiswa di luar negeri) atau surat untuk presiden, penyuluhan sanitasi seperti sikat gigi dan cuci tangan, dan Kado untuk Temanku (menerima donasi dari donatur manapun berupa alat tulis dan sebagainya untuk disalurkan ke anak yg membutuhkan).
Dalam kegiatan ini, Aksikita juga mengajak anak-anak yang hadir untuk melakukan aksi pungut sampah disekitar daerah rusunawa. Kegiatan ini disambut hangat oleh para orang tua dan warga sekitar. Mereka berharap, dongeng di daerah rusunawa lebih sering dilaksanakan.(nug/war/c)
Aksikita Peringati Hari Bumi dengan Mendongeng
