MASAMBA, BKM — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, sektor peternakan, khususnya ternak sapi, telah menjadi primadona baru di Luwu Utara. Hal itu bukan tanpa sebab.
Soalnya, Program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) yang dicanangkan pemerintah pusat berhasil dijalankan dengan baik oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Luwu Utara.
Hingga akhir maret, kata Indah, terdapat 1.486 ekor yang telah dilakukan Inseminasi Buatan (IB), dan sudah ada 1.289 ekor sapi yang bunting, serta kelahiran sebanyak 316 ekor sehingga semakin memberikan optimisme yang tinggi terhadap target akseptor yang didapat Luwu Utara, di mana targetnya adalah 7.843 ekor dan kebuntingan sebanyak 6.000 ekor.
“Memang hasil yang kita raih masih jauh dari target yang diberikan, tapi melihat fakta hingga akhir maret 2017, sudah ada 1.486 ekor telah kita IB, di mana 1.289 ekor sapi yang bunting, dan 316 ekor yang sudah lahir. Kita masih punya sembilan bulan untuk mengejar target akseptor yang diberikan, yakni 7.843 ekor dan kebuntingan sebanyak 6.000 ekor,” kata Indah.
Indah menambahkan, yang membuat sapi menjadi primadona nan seksi, sehingga punya nilai jual yang tinggi adalah karena ada ‘emas’ yang melekat pada sapi. “Kenapa sapi ini menjadi primadona baru karena ada ‘emas’ di situ. Ada 3 jenis ‘emas’ pada sapi, yaitu emas merah (dagingnya), emas putih (susunya), dan ada emas hitam (kotorannya). Semua emas ini punya nilai tersendiri,” kata Indah. (alp/C)
Sapi Jadi Primadona Baru di Lutra
