JAKARTA, BKM — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk saat ini sedang mengevaluasi 20 rute domestik maupun mancanegara yang berkontribusi besar terhadap kerugian Garuda di kuartal pertama.
Juga, Garuda akan menerapkan tiga strategi lain. Pertama, Garuda akan fokus pada upaya meningkatkan kinerja jangka pendek. Demikian disampaikan Benny S Butarbutar, Vice President Corporate Communication PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Selasa (2/5).
Selain itu, tambahnya, juga ada pengurangan biaya dan peningkatan pendapatan dari Citilink. Dari segi penghasilan, pada kuartal pertama tahun 2017, Garuda mencatatkan kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih sekitar USD 98,49 juta.
Bagi pihak Garuda, kenaikan harga avtur sebagai penyebab kerugian di kuartal pertama. Harga avtur ini membuat beban operasional mereka membengkak. Namun avtur bukan satu-satunya penyebab. Garuda Indonesia juga menyebutkan tren industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik kompak lesu. Belum lagi tekanan ekonomi membikin daya beli masyarakat terganggu. (int)
Garuda Evaluasi 20 Rute
