MAKASSAR, BKM–Bakal calon Wali Kota Makassar Andi Rahmatika Dewi kembali membuktikan keseriusannya untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar Juni 2018 nanti. Hal tersebut lantaran Cicu-panggilan akrab Andi Rahmatika juga mengambil formulir di Tim Desk Pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar. Andi Rahmatika Dewi diwakili Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasdem Makassar Mario David dan Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari untuk mengambil formulir disekretaris DPD PAN, Kamis (4/5). Kedatangan wakil Cicu diterima oleh ketua tim Desk Pilkada PAN H Zainal Beta dan sejumlah pengurus DPD.
Sebelumnya, Cicu lewat Mario David juga mengambil formulir di tim Desk Pilkada Partai Gerindra Makassar. “Kami ingin bergandengan dengan senior-senior di PAN untuk memenangkan Cicu di Pilwali Makassar,”ujar Mario David.
Sekretaris Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PAN, H Zainal Dg Beta menyambut baik keinginan Nasdem berkoalisi dengan PAN. Hanya saja kata dia, semua bakal calon yang mendaftar akan diberlakukan sama sesuai mekanisme dan tahapan sesuai petunjuk tehnis dari DPP, yakni verifikasi berkas, survei internal, fit and propert test sebagai bahan rujukan untuk diteruskan ketingkat wilayah. “Figur yang memenuhi kriteria tersebut selanjutnya kita rekomendasikan ke wilayah.Kemudian diteruskan ke DPP untuk menentukan satu nama calon yang akan diusung secara resmi nantinya.Jadi tidak ada yang kita istimewakan,semuanya kita perlakukan sesuai dengan prosedur dan petunjuk tehnis dan mekanisme yang ada,”tandasnya.
Selain Cicu, bakal calon wali kota yang sudah mengambil formulir di PAN yakni Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, Irman Yasin Limpo, Haris Yasin Limpo, dan Nasran Mone.
Cicu yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel telah mendapat dukungan dari 14 Pengurus Nasdem kecamatan se Kota Makassar. Tak hanya itu, Cicu juga telah mendapatkan dukungan lisan dari Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS). Bahkan RMS mengapresiasi bilamana Irman Yasin Limpo jadi berpasangan dengan Cicu menantang petahana Danny.
Pengamat Politik dari Unismuh Makassar Luhur Andi Priyanto menilai Cicu dan None nampak tidak serius lantaran tidak datang secara langsung melainkan hanya diwakili. “Kalau kandidat ingin optimal menggunakan mesin partai, tetap harus mengikuti mekanisme dari bawah. Makanya kalau ada kandidat yang mengutus-ngutus orang untuk mengambil formulir sepertinya memang tidak berharap banyak dari mesin partai tersebut,”terangnya. (ita/rif)
Kali Ini Tim Cicu Ambil Formulir di PAN
