Site icon Berita Kota Makassar

Relokasi Tahap Pertama Pedagang dari Agussalim

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Jumat (5/5) pedagang basah mulai direlokasi ke dalam Pasar Sentral (Makassar Mall). Bersamaan dengan itu, manajemen PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) memberikan kesempatan kepada pedagang lainnya untuk masuk melihat kondisi kios dan lods yang ada di dalam gedung baru.
”Pedagang yang telah melunasi pembayaran kios dan lodsnya sudah bisa memasang nama atau merek di tempat jualan miliknya,” kata Humas MTIR Imran Bachtiar saat menghadiri rapat tim terpadu relokasi bentukan Pemerintah Kota Makassar di kantor Kecamatan Wajo, Kamis (4/5). Tim terdiri dari PD Pasar Makassar Raya, Asosiasi Pedagang, PT MTIR, kecamatan dan Satpol PP.
PD Pasar Makassar Raya melalui Kepala Pasar Sentral Makassar Mall, Jaenul menuturkan sebelah timur dalam gedung baru Pasar Sentral menjadi lokasi pertama para pedagang dipindahkan. Pedagang yang pertama dipindahkan ini adalah mereka yang selama ini ditampung di Jalan Agussalim.
“Pemindahan pertama dilakukan untuk pedagang basah. Masuk ke sebelah timur dalam gedung Pasar Sentral. Yang kami pindahkan ini adalah pedagang yang menempati penampungan di Jalan Agussalim,” terang Imran.
Pedagang yang dipindahkan masuk ke dalam gedung berdasarkan nomor lods yang dimiliki. Dipastikan, semua pedagang akan dimasukkan setelah pemindahan awal untuk pedagang basah rampung.
“Pemindahan dimulai dengan pemantapan dan sosialisasi. Selesai ini, relokasi kemudian dilanjutkan untuk seluruh pedagang,” tambahnya.
Pantauan BKM, menjelang relokasi, lampu penerangan pada setiap koridor di tempat terbawah Makassar sebagian besar telah difungsikan. Suasananya terlihat terang untuk mendukung aktivitas jual beli. Sebagian pendingin ruangan juga telah berfungsi, sehingga suhunya cukup nyaman untuk ditempati. Setiap lods sudah dipasangi label nama pemiliknya.
Hanya saja, lampu penerangan koridor dan pendingin ruangan belum berfungsi semua. Sehingga sebagian tempat terlihat masih agak gelap dan terasa panas.
Atap pada tempat tersebut juga terlihat belum rapi. Tidak ada plafon terpasang, yang biasanya berfungsi untuk menutupi beragam instalasi.
Lantainya juga terlihat belum bersih. Tebalnya debu dan banyaknya noda pada lantai memperlihatkan jika tempat tersebut belum dibersihkan secara keseluruhan.
Kekurangan yang paling mencolok adalah belum adanya aliran listrik yang mengarah ke setiap lods. Lampu di setiap lods belum bisa menyala. Meteran listriknya juga belum berfungsi.
Hal ini sama dengan yang dikatakan seorang pekerja bernama Paul. Ia mengatakan, aliran listrik ke setiap lods belum terpasang. Semuanya baru akan dipasang dalam waktu dekat.
“Belum ada listrik di setiap lods. Baru memang mau dipasang,” ujarnya, kemarin. (arf-nug/rus/c)

Exit mobile version