Site icon Berita Kota Makassar

DPK BSB Catat Pertumbuhan Positif

MAKASSAR, BKM — Sepanjang 2016, pengetatan likuiditas yang dialami perbankan nasional turut dirasakan perbankan syariah. Tekanan likuiditas yang dialami perbankan lebih kepada mahalnya biaya dana dari ketersediaan likuiditas di pasar.
Iklim ekonomi yang kurang kondusif ikut memengaruhi kinerja penghimpunan dana di perbankan syariah. Pada Desember 2016, ketatnya persaingan meraih Dana Pihak Ketiga (DPK) juga dirasakan Bank Syariah Bukopin (BSB).
Kendati begitu, BSB masih mampu mencatatkan pertumbuhan DPK yang positif dengan kenaikan mencapai 14,43 persen. Total DPK tumbuh dari Rp4,76 triliun pada 2015 menjadi Rp5,44 triliun pada periode yang sama 2016.
Total aset BSB tumbuh 20,75 persen dari Rp5,83 triliun pada 2015 menjadi Rp7,04 triliun pada 2016. Pembiayaan tahun 2016 meningkat sebesar Rp492 miliar atau 11,43 persen, dari Rp4,31 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp4,80 triliun ditahun 2016.
”Kami juga melakukan inovasi dengan me-Launching fasilitas e-Banking yang BSB miliki yaitu Mobile Banking (M-BSB) dan SMS Banking BSB yang sudah dapat nasabah nikmati dengan cara mengunduh/download di Google Playstore. Cukup dengan satu jari, untuk berbagai transaksi menjadi lebih mudah dan efisien,” tutur Direktur Utama BSB, Riyanto di dalam rilisnya yang disampaikan ke Redaksi BKM, kemarin.
Riyanto menuturkan, dukungan dan sinergi yang terjalin dari seluruh pihak merupakan energi dan motivasi yang luar biasa bagi BSB. Sehingga berhasil menutup tahun 2016 dengan pencapaian kinerja keuangan dan usaha yang tetap baik dan positif.
”Dengan dukungan dan sinergi itu, BSB berkomitmen untuk dapat terus mewujudkan pertumbuhan bisnis yang kuat dan berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat dan maslahat bagi seluruh pihak di tanah air,” tegas Riyanto di sela pelaksanaan RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2016.
Keberadaan BSB di industri perbankan syariah selama tahun 2016, kembali mendulang prestasi gemilang dan pengakuan positif publik. Ini terbukti dengan keberhasilan menerima beberapa penghargaan, di antaranya peringkat dua dalam ‘Digital Brand of the year 2016’ kategori Digital brand tabungan bank umum syariah dan peringkat 3 kategori digital brand bank umum syariah dari infobank.
Begitu pula Direktur Utama BSB, Riyanto meraih ‘Top Eksekutif Muslim 2016’ kategori korporasi bisnis dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) dan majalah Ibadah.
Dalam RUPS Tahunan BSB ini telah memutuskan persetujuan atas laporan tahunan Perseroan serta pengesahan perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca dan laba rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada pada tanggal 31 Desember 2016 serta memberikan acquit et de charge sepenuhnya kepada dewan komisaris dan direksi BSB.
Rapat juga menetapkan, penggunaan laba BSB untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 dan akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasi dan pengembangan usaha BSB.
Dalam Rapat ini juga mengangkat Saidi Mulia Lubis untuk menggantikan Riyanto sebagai Direktur Utama dan Suyatno untuk menggantikan Bambang Setiaji sebagai Komisaris Independen. (mir)

Exit mobile version