MAKASSAR, BKM– Rencana peresmian Kawasan Pedagang Kaki Lima (PK5) center di Kota Makassar makin tak jelas. Pemerintah Kota Makassar sejauh ini belum memperlihatkan tanda-tanda kapan mulai melaunching serta mengoperasikan kawasan PK5 center di dua lokasi yakni Jalan Kartini dan Jalan Metro Tanjung Bunga.
Padahal jauh sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar menargetkan kawasan PK5 Center di Jalan Kartini yang telah memiliki 103 boots terbuat dari triplek hasil dari CSR dapat dioperasikan pada Februari lalu. Namun sampai saat ini belum terlaksana.
Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Pemerintah, Zuhaelsi Zubir menyebutkan, lambannya pengoperasian kawasan PK5 Center di Jalan Kartini maupun di Jalan Metro Tanjung Bunga karena terkendala pada boots PK5 yang saat ini masih dalam perbaikan.
Perbaikan boots dilakukan karena kondisi triplek boots sudah banyak yang lapuk dan dinilai tidak dapat bertahan lama ketika digunakan. Olehnya itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar memasukkan seluruh boots PK5 di bengkel UPTD Dinas PU Makassar.
“Kami belum bisa targetkan kapan selesai, tapi kami harapkan segera dapat diselesaikan dan dioperasikan. Karena boots PK5 bantuan CSR masih dalam perbaikan. Perbaikan dilakukan dengan mengganti bahan boots dari triplek menjadi bahan dasar Aluminium Composite Panel atau Alucopan,” kata Elsi kepada BKM, Kamis (11/5).
Selain merampungkan perbaikan boots PK5, Dinas PU Kota Makassar masih melakukan tender untuk 225 unit boots PK5 dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar. Dimana boots yang diadakan Pemerintah Kota Makassar itu akan ditempatkan di beberapa titik, khususnya di Jalan Kartini dan Jalan Metro Tanjung Bunga yang menjadi lokasi kawasan PK5 Center.
“Anggaran perbaikan 103 unit boots PK5 dari CSR saya belum tahu berapa yang disediakan. Tetapi untuk pengadaan boots dari pemerintah kota yang jumlahnya 225 unit itu anggaran Rp4,5 miliar dan masih dalam tender,” jelasnya. (arf)
Launching PK5 Center Makin tak Jelas
