Luwu, BKM — Bupati Luwu, Andi Mudzakkar menegaskan memasuki bulan suci Ramadhan, hendaknya masjid jangan dijadikan arena kampanye politik. Hal itu terkait dengan pesta demokrasi pilkada 2018.
Bupati Luwu Andi Mudzakkar dihadapan para mubalig di ruang pola Andi Kambo Pemkab Luwu, Kamis (18/5) mengingatkan bahwa masjid hendaknya diposisikan sebagai tempat ibadah, tempat membicarakan kemaslahatan umat baik di dunia maupun di akhirat.
“Posisikan masjid sesuai fungsinya. Jangan jadikan masjid arena kampanye. Apalagi ini sudah dekat pilkada. Coba lihat, tiba-tiba ada yang jadi ustadz. Ceramah diselingi kampanye. Selesai ramadhan, berhenti juga jadi ustadz. Tolong pak camat, para kepala desa, tegur kalau ada yang jadikan masjid arena kampanye. Siapapun dia. Tegur saja,” tegas Cakka.
Kepada para mubalig, Cakka berpesan kiranya dalam menyampaikan isi ceramah agama, seorang mubaliq harus belajar dengan melihat kondisi yang sekarang terjadi. Mampu melihat perkembangan dunia dengan segala gejolak di dalamnya.
“Jangan materi ceramahnya dari tahun ke tahun itu terus. Tidak ada perubahan. Tidak ada transfer ilmu yang baru kepada jamaah. Olehnya itu saya imbau, tolong mari terus kita belajar sama-sama. Ilmu Allah luas, sisa kita yang mau mencari atau tidak,” ujar Cakka.
Pembukaan mubalig ini dihadiri sekitar 100 mubalig yang datang dari setiap wilayah di Kabupaten Luwu. (wan/C)
Jangan Jadikan Masjid Arena Kampanye
