Site icon Berita Kota Makassar

Pesta Cayya-cayya Diserang, Satu Tewas, Dua Terluka

PINRANG, BKM — Malam di Jalan Andi Pawello, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Kira-kira pukul 21.45 Wita. Saat itu tengah berlangsung pesta karaoke, yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebuat cayya-cayya.
Suasana yang sebelumnya penuh sukacita, tiba-tiba berubah gaduh. Lokasi cayya-cayya didatangi sekelompok orang dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Satu orang meregang nyawa di lokasi kejadian. Muh Ical terkena tikaman yang dilakukan seorang penyerang bernama Rudi.
Selain satu orang tewas, ada dua korban lain yang mengalami luka tusukan. Masing-masing Aprisal (21) dan Herman (25). Warga Jalan Andi Pawello ini mengalami pendarahan hebat akibat tikaman senjata tajam.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan peristiwa berdarah yang terjadi di Jalan Andi Pawello, Pinrang itu. ”Ada tiga orang yang menjadi korban dalam insiden itu. Satu diantaranya meninggal dunia. Sementara dua lainnya mengalami pendarahan hebat akibat luka terkena senjata tajam. Belum diketahui secar pasti penyebab pelaku melakukan penyerangan dan membunuh korban,” jelas Dicky, kemarin.
Informasi yang diperoleh Dicky, awalnya korban bersama rekannya menggelar pesta hiburan cayya-cayya. Tidak lama kemudian datang rombongan warga dari Jalan Gabus. Salah satunya diketahui bernama Rudi Ismail alias Bombong.
”Jadi, saat rombongan Rudi ini datang ke acara hiburan karaoke warga Jalan Palewelloi, pelaku langsung menghampiri korban. Akibatnya terjadi kesalahpahaman. Pelaku langsung menyerang korban dan dua rekannya dengan menggunakan badik. Korban meninggal dengan sejumlah luka tusukan di sekujur tubuhnya,” terang Dicky.
Di jari Ical terdapat beberapa luka. Diduga, saat diserang oleh pelaku, korban mencoba menangkisnya. Akibatnya, di bagian ibu jarinya mengalami luka robek.
Sementara dua korban lainnya, Aprisal dan Herman juga terluka cukup serius. Aprisal mengalami luka tikaman di bagian pangkal paha. Sedangkan Herman terluka tikam pada empat jarinya.
Tidak lama setelah kejadian, aparat Polres Pinrang berhasil meringkus Rudi Ismail alias Bombong serta tiga rekannya. Pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
”Sudah empat pelaku uang diamankan di Mapolres Pinrang. Yang lain masih dikejar.Kasusnya dalam proses penyelidikan,” terang Dicky.
Pihak kepolisian berusaha meredam situasi guna menghindari terjadinya aksi balas dendam dan main hakim sendiri. Petugas patmor sabhara berjaga-jaga di seputaran rumah tersangka.
Keluarga korban menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke polisi. Mereka berharap pelaku diproses dan dihukum setimpal dengan perbuatannya. Termasuk segera menemukan pelaku lainnya. (ish/rus)

Exit mobile version