SINJAI, BKM — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Era Baru, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai telah usai digelar beberapa waktu lalu. Namun, gesekan di tengah masyarakat masih terjadi hingga saat ini.
Duel maut melibatkan dua warga setempat berlangsung, Rabu malam (24/5) pukul 21.15 Wita. Jamaluddin bin Dottoro (32) dan Kahar bin Beddu Karim terlibat dalam pertarungan hidup mati menggunakan senjata tajam. Keduanya diketahui sebagai warga Dusun Batu Santu, Desa Era Baru dan masih memiliki hubungan kekerabatan.
Dalam peristiwa yang menggegerkan warga kampung ini, Jamaluddin menemui ajal di lokasi kejadian. Sementara Kahar mengalami sejumlah luka cukup parah. Hingga kemarin, ia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai.
Sebelum dibawa ke RSUD Sinjai, Kahar terlebih dahulu diberi pertolongan pertama di Puskesmas Tellulimpoe. Saat ditemui, ia menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya.
”Saya sedang naik motor. Tiba-tiba di jalan saya dihadang oleh Jama –sapaan Jamaluddin–. Waktu berhenti dan turun dari motor, dia langsung menyerang saya pakai parang,” terang Kahar.
Akibat serangan secara tiba-tiba di malam gelap itu, Kahar terkena sabetan parang di tubuhnya. Diantaranya pada bagian pundak dan wajah.
Dalam kondisi terluka, Kahar mencoba melakukan perlawanan. Dia kemudian mengambil badik lalu mengejar Jama. Begitu berhasil terkejar, Kahar menikam Jama hingga akhirnya meninggal dunia.
Usai kejadian, Kahar lalu menuju ke rumah seorang temannya bernama Umar. Ia meminta tolong untuk diantar ke puskesmas.
Kahar mengakui, sebelumnya antara dirinya dan Jama pernah ada masalah saat pilkades Era Baru beberapa waktu lalu. Jama sepertinya masih menyimpan dendam, hingga akhirnya menyerang dirinya malam itu.
Sekretaris Desa Era Baru, Nurhadi menuturkan, nyawa korban Jama tak bisa diselamatkan akibat kehabisan darah terkena senjata tajam. ”Korban (Jama) itu sepupu saya. Sekarang kami menuju lokasi kejadian. Tempatnya dekat SD 40 Batu Santun. Korban sudah meninggal dunia,” terang Nurhadi melalui telepon selularnya di malam kejadian.
Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Sardan mengatakan, pihaknya masih mendalami motif kejadian. ”Meski sudah ada keterangan dari Kahar, namun kami tetap melakukan pendalaman mengenai kronologis dan motif yang sebenarnya,” ujarnya.
Duel antara Kahar dan Jama di dekat SDN 40 Batu Santun, berada tak jauh dari rumah Jama. Saat kejadian kondisi di lokasi gelap. Bahkan saat olah TKP, polisi terpaksa menggunakan bantuan alat penerangan.
Kapolsek Kapolsek Tellulimpoe, AKP Ilyas yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya, belum bisa memastikan bagaimana kronologi kejadiannya. Namun, pada saat di tempat kejadian, ditemukan bercak darah yang diduga lokasi kejadian bermula. Jaraknya sekitar 70 meter dari lokasi ditemukannya jasad korban.
“Kronologis kejadiannya belum bisa kita pastikan, karena saat di lokasi kejadian banyak bercak darah. Diperkirakan korban Jamaluddin dikejar usai memarangi Kahar. Karena di lokasi ditemukan motor milik Kahar yang jaraknya sekitar 70 meter tempat jasad korban ditemukan,” jelas AKP Ilyas. (din/rus/b)
Pilkades Picu Duel Maut Dua Kerabat, Satu Tewas
