SIDRAP, BKM — Sesosok mayat berjenis kelamin wanita yang belum diketahui identitasnya ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan mengapung di saluran irigasi Desa Tanete Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Minggu (28/5), sekitar pukul 10.30 Wita.
Mayat pertama kali ditemukan oleh warga setempat Laoddang (47) dan Ahmad (36) saat melintas di lokasi kejadian. Kedua saksi mata ini kebetulan pulang dari persawahan dan melintas.
Awalnya, kedua saksi mengira mayat terapung ini adalah tumpukan sampah karena disamping jasad juga ditemukan setumpuk sampah. Namun kecurigaan keduanya semkian kuat setelah bau menyengat terus menyeruak sekitar lokasi. Keduanya kemudian dikagetkan dengan satu sosok mayat wanita yang sudah membusuk.
Penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan kepada warga lainnya dan dilaporkan kepada pihak berwajib.”Saya kira sampah yang hanyut tapi ada juga bau busuk menyangat makanya kami perjelas sumber bau itu dan mendekati sampah yang hanyut itu dan ternayat sesosok mayat perempaun,” ujar Laodding diamini Ahmad.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas mayat tersebut. Sejumlah warga juga sudah memposting di Medsos soal penemuan mayat tanpa identitas itu.
Namun dalam sosok mayat itu, nampak jelas ciri-cirinya menggunakan jaket switer warna hitam, celana panjang warna hijau dengan baju dalam warna pink.
Berselang empat jam kemudian sesosok jasad kembali ditemukan di Sungai Irigasi Sereang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap pukul 14.30 wita. Belakangan penemuan jasad pria di Sereang itu diketahui identitasnya bernama Tillang (28).
Kuat dugaan, mayat Wahida di irigasi Desa Tanete, memiliki hubungan suami-istri dengan mayat Tillang.
Pihak keluarga mengakui anak kedua korban yang berumur 3 tahun juga hilang dan belum ditemukan hingga kini.
“Tillang bersama istrinya Wahida dan anaknya yang berumur 3 tahun berboncengan ke rumah bosnya di Manisa, Kecamatan Baranti dengan mengendarai sepeda motor melintasi pinggiran saluran irigasi dari Cenrana. Ketiganya berangkat pada Jumat malam (malam Sabtu), tanggal 26 Mei 2017 dan sejak itu korban tidak kembali hingga mayatnya ditemukan di saluran irigasi,”ungkap La Mandar, Jumat petang (28/5). (ady/B)
