PAREPARE, BKM — Makam Datu Lacincing asal kerajaan Wajo kini menjadi objek wisata bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Kerajaan yang berdiri sejak tahun 1399-1957 ini adalah cakar budaya dan telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.
Bahkan pihak turunan keluarga raja sering ziarah di makam ini. Hanya saja mereka memilih waktu-waktu tertentu. Makam berlokasi di tengah kota, tepatnya di Rw 1 Kelurahan Ujung Sabbang Kecamatan Ujung Kota Parepare.
Datu Lacincing adalah raja ke 40 dan memimpin selama 26 tahun (1859-1885) sering disapa Aqil Karaeng Mangeppe Datu Pamma Tellu LetteE Sidenreng sekaligus menjadi Arung Matoa Wajo.
Dia wafat, Senin (15/10/1885) pukul 15,00 Wita di Jara’e.
Isak Manggabarani sepupu Datu Lacincing menjadi Raja ke 43 di makamkan disamping Datu Lacincing. Istri A Bau Massepe, Andi Saji Datu Kancenne sementara suaminya di makamkan di Taman Makam Pahlawan Paccekke bersama Andi Makkasau yang sudah dikukuhkan menjadi pahlawan nasional karena dinilai sebagai perintis kemerdekaan pada perang dunia kedua melawan penjajah di NKRI.
Penjaga makam cakar budaya, Djamaluddin bertugas sejak 1979 di kubur datu sebagai PNS lingkup Pemprov Sulsel meninggal pada tahun 2013. Djamaluddin digantikan anak mantu Syarifuddin berstatus honorer hingga kini.
Tugas sehari-harinya melayani para keluarga cucu Kerajaan Datu Lacincing setiap ziarah kubur dan melaporkan pada kantor Kebudayaan Benteng Somba Makassar.
Buku tamu tercatat setiap keluarga raja datang. Mereka adalah H Iccang, Nurmin Mapparimeng asal Toraja, Arianto Andi, Abubarda asal Mamuju, Andi Nona asal Kendari, Kel HA Haddade asal Parepare. Herry. Y asal Jakarta.
Keluarga HA Sulaeha. kel besar PT Mallibureng. Sidrap. Farham Abbas asal Palu. Hj A Besse Jiwa. asal Sengkang, Andi Makkara Polewali. Andi Bathara Manggabarani Jakarta. Djerni Reso Kalosi Enrekang. Andi Leni Sari Palopo. Hj A Wani Dewang Samarinda dan Andi Tenriwaru Parenrengi.
Juga pernah dikunjungi Dato dari Malaysia menggunakan kendaraan roda empat untuk tujuan ziarah. (mup/C).
Makam Datu Lacincing Jadi Objek Wisata
