MAKASSAR, BKM — Pagi baru saja menjelang di hari kedua bulan ramadan, Minggu (29/5). Suasana di pinggir ruas Jalan Baru Parangloe-Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar tampak ramai.
Ada orang dewasa. Banyak pula remaja. Tendengar suara raungan kendaraan roda dua yang gasnya dinaikturunkan oleh pengendaranya. Sesaat lagi aksi balapan liar (bali) dimulai.
Beberapa motor ambil ancang-ancang. Tak lama berselang kendaraan tersebut langsung melesat dipacu dengan kecepatan tinggi.
Nahas menimpa tiga bocah. Masing-masing Ibnu Amrizal (11), Irfan (11) dan Making B (8). Warga Kelurahan Kapasa ini tertabrak oleh pelaku bali yang tengah ugal-ugalan di jalan raya, kira-kira pukul 06.45 Wita.
Ketiganya pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Mereka mengalami pendarahan yang cukup hebat.
Informasi yang diperoleh BKM, tiga bocah malang ini berada di lokasi karena hendak jalan-jalan pagi. Tanpa mereka sangka-sangka, ada sekelompok pemuda yang melajukan motornya dengan kencang.
Saat itulah ketiga korban diseruduk pelaku. Baik korban maupun pelaku bali terkapar di jalan dalam kondisi bersimbah darah. Warga yang melihat kejadian itu kemudian beramai-ramai mengevakuasi mereka yang sedang kritis.
Tak lama kemudian datanglah anggota Polsek Tamalanrea yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Saharuddin. Pelaku bali dan tiga korban tabrakan dalam keadaan tak sadarkan diri.
Akhirnya, Tuhan jualah yang berkehendak. Meski telah diberi pertolongan, dua dari tiga bocah tersebut meninggal dunia. Masing-masing Ibnu Amrizal dan Irfan. Sementara Making masih menjalani perawatan intensif di RS Wahidin hingga kemarin sore.
Demikian Haryanto (18), pelaku balapan liar yang menabrak ketiga bocah tersebut. Warga Jalan Laikang, Kecamatan Biringkanaya itu juga masih terbaring di RS dengan kondisi kritis.
Sebenarnya, menurut Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Saharuddin, sebelum kejadian polisi melakukan patroli menyisir lokasi yang kerap dijadikan tempat balapan liar. Karena hari sudah pagi, petugas kemudian meninggalkan lokasi tersebut. Saat itulah pelaku bali beraksi.
”Tadi (kemarin) setelah salat saubuh kami berada di lokasi. Karena di situ memang biasa dijadikan tempat balapan liar. Kami melakukan penyisiran dan tidak ada aktivitas balapan. Ternyata, tidak lama setelah kami tinggalkan lokasi, mereka langsung beraksi hingga akhirnya menabrak tiga orang anak,” terang Saharuddin.
Mengetahui adanya kejadian, Saharuddin dan personelnya kembali ke lokasi. Selain mengevakuasi ketiga korban, juga membubarkan masyarakat yang sedang berkumpul.
Diakui Saharuddin, pelaku bali kerap bermain kucing-kucingan dengan aparat. ”Biasanya, kalau kita lakukan penyisiran mereka membubarkan diri. Tapi begitu mengetahui petugas sudah tidak berada di lokasi, mereka langsung beraksi,” jelasnya. (ish/rus)
Tiga Bocah Tertabrak Motor Balapan Liar, Dua Tewas
