PAREPARE, BKM — Makam Datu Lacincing yang terletak di RW 1 Kelurahan Ujung Sabbang Kecamatan Ujung Kota Parepare menyimpan banyak misteri.
Disuatu waktu ketika tamu berkunjung sekitar 10 orang menggunakan kendaraan roda empat asal Kabupaten Gowa. Mereka mengenakan pakaian adat (baju bodo) tiba sekitar pukul 02, 00 Wita ingin agar nazarnya atas mimpinya ketika itu dikabulkan.
Rombongan tiba langsung berzikir depan nisan dan beberapa saat kemudian kepingan keramik bergoyang lalu terangkat dan bergeser. Sejurus kemudian
sebuah keris muncul kepermukaan keramik dibarengi cahaya berwarna indah. Cahay itu kemudian diambil dan dibungkus meletakkan kembali secara perlahan keris tersebut seperti semula bersama keramik tertutup ke posisi semula dan disaksikan penjaga makam kala itu.
Selain itu juga pernah ada warga keturunan Tionghoa asal Kabupaten Mamuju oleh para pemain judi ala SDSB dimimpikan terjadi beberapa tahun silam. Mereka meminta nomor judi dan ketika itu berhasil menang hingga milyaran rupiah. Nanti diketahui oleh penjaga makam kala itu ia datang di Kompleks kuburan Datu lalu membagi-bagi uang hasil kemenangan judi sehingga penjaga makam mendapat teguran dari provinsi dan melarang kegiatan seperti itu.
Misteri lainnya adalah kunci gembok makam kadang tidak bisa terbuka ketika ada tamu yang hendak masuk ke ruangan makam Datu. Menurut penjaga makam tidak sembarang terbuka kunci ketika datu lagi magelli (ngambek) pada tamu itu.
Suatu penghargaan terhadap datu ketika keluar dari ruang makam datu harus jalan mundur dan memberi salam dengan niat tulus saat masuk.
Segala bentuk kegiatan harus melalui kebudayaan kemudian pemilik tanah turunan raja.
“Jalurnya sudah ditetapkan pemerintah pusat segala kegiatan izin dari Kantor Kebudayaan Makassar dan ahli waris pemilik makam,” tegas penjaga Cakar Budaya Makam Datu Lacincing Jara’e Ny Nurhayati Damal didampingi anak mantunya Syarifuddin kemarin. (mup/C)
Makam Datu Lacincing Menyimpan Misteri
