Site icon Berita Kota Makassar

Tiga ABG Jambret HP untuk Beli Baju Lebaran

MAKASSAR, BKM — Tiga anak baru gede (ABG) terlibat aksi jambret. Ketiganya yang masih berusia 16 tahun, masing-masing Is warga Jalan Kandea 3, Zk dan Hl, beralamat di Jalan Tinumbu.
Mereka menyasar seorang korban yang masih berusia 14 tahun bernama Arni. Lokasi kejadian di Jalan Tentara Pelajar, Senin (29/5) pukul 22.00 Wita.
Usai menjambret, pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor langsung kabur. Massa yang mengetahui kejadian ini mengejarnya sampai di perempatan Jalan Muhammadiyah.
Saat melaju di Jalan Buru, motor pelaku menabrak mobil hingga terjatuh. Mereka pun langsung melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motornya. Lalu bersembunyi dalam kompleks angkatan laut. Ketiganya berhasil tertangkap setelah dihakimi massa.
Beruntung, personel angkatan laut yang ada dalam kompleks datang menyelamatkan mereka. Tak lama berselang, mobil patroli dari Polsek Wajo melintas di Jalan Muhammadiyah. Warga menyampaikan ada tiga orang penjambret yang sementara diamankan di dalam kompleks angkatan laut.
Mendapat laporan dan informasi warga, polisi kemudian masuk dalam kompleks angkatan laut. Selanjutnya mengamankan ketiga tersangka bersama satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DD 5636 SG. Juga ada satu unit handphone (HP) merek Samsung warna putih milik korban.
Arni, warga Jalan Galangan Kapal yang melapor ke petugas Polsek Wajo, mengatakan saat dijambret dia hendak menyeberang ke seberang Jalan Tentara Pelajar sambil memegang HP. Tiba-tiba ketiga pelaku yang berboncengan motor langsung muncul. Satu orang yang dibonceng menyambar handphone dari tangan korban. Kemudian mendorong Arni hingga terjatuh.
Setelah itu, pelaku tancap gas menuju Jalan Muhammadiyah. Tepat Jalan Buru motornya menabrak mobil yang terparkir di pinggir jalan.
Tersangka yang ditemui, mengaku melakukan aksi jambret untuk persiapan membeli baju lebaran dan kebutuhan lainnya.
Kapolsek Wajo, Kompol Choiruddin Wachid menuturkan, dari hasil interogasi, tersangka nekat melakukan aksi jambret setelah putus sekolah. ”Selama bulan ramadan ini kami terus melakukan patroli wilayah dan pengamanan di lokasi rawan jambret,” jelasnya. (jul/rus)

Exit mobile version