MAMUJU, BKM — Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Sukarno, piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan Pancasila final pada tanggal 18 Agustus 1945.
Lahirnya Pancasila merupakan jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara. ”Sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,”.
Dalam rangka meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, diberbagai satuan digelar Upacara Hari Lahir Pancasila.
Seperti yang dilaksanakan di Makorem 142 Tatag, dilaksanakan upacara bendera Hari Pancasila dengan inspektur upacara Danrem 142 Tatag, Kolonel Inf Taufiq Shobri. Turut hadir para Kasi Korem, perwira, bintara, tamtama serta PNS lingkup Makorem.
Dalam pidato Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan inspektur upacara, Kolonel Inf Taufiq Shobri, menyampaikan perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara.
”Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI, dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila,” tutur Joko Widodo.
Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti Pancasila, anti UUD 1945, dan anti Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas dilarang di bumi Indonesia. (ala/mir/c)
Danrem 142 Pimpin Upacara Hari Pancasila di Makorem
