GOWA, BKM–Partai Golkar membuktikan akan mengganti jabatan atau posisi setiap pengurus maupun legislatornya bila tidak loyal pada keputusan maupun kebijakan yang telah dikeluarkan partai.
Setelah mengganti Adnan Purichta Ichsan YL sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua, Golkar Gowa yang dipimpin Abbas Hady kembali merombak posisi Ketua Fraksi Golkar di DPRD. Abbas menempatkan Niswah Dg Nginga sebagai Ketua Fraksi menggantikan Hj Irmawati Haeruddin yang baru beberapa bulan ditunjuk oleh Adnan Purichta sebagai Ketua Fraksi.
Surat penggantian fraksi itu kini sudah masuk ke meja DPRD Gowa dan berada di tangan Wakil Ketua DPRD Gowa, Muh Haris Tappa. Konon surat bernomor 002/DPD-PG/GW/V/2017 tertanggal 24 Mei 2017 yang ditandatangani H Abbas Hady selaku Plt ketua dan Plt sekretaris H Hasanuddin Baso itu belum dilihat H Ansar Zaenal Bate selaku Ketua DPRD Gowa sekaligus anggota Fraksi Partai Golkar.
Adapun struktur Fraksi Partai Golkar DPRD Gowa yakni H Andi Ishak selaku Penasehat, Niswah Hamzah Dg Nginga selaku ketua fraksi, Akbar Danu YL selaku wakil ketua dan sekretaris Hj Hasmawati Lino, sementara Hj Irmawati Haeruddin, Muh Kasim Sila, Hj Mussadiyah Rauf, H Ansar Zaenal Bate dan Hj Syamsuarni Taco menjadi anggota.
Terkait itu, H Andi Ishak yang dikonfirmasi media via ponselnya, Jumat (2/6) mengatakan, sejak dua bulan lalu penggantian kepengurusan fraksi telah terjadi. Ketika itu yang jadi ketua fraksi adalah Hj Irmawati Haeruddin sekarang masuk Plt Abbas Hady kepengurusan fraksi Golkar Gowa kembali dirombak.
Dalam kepengurusan baru ini yang ditunjuk ketua fraksi adalah Niswah Hamzah Dg Nginga. Andi Ishak pun tak banyak menyoal ketika ditanya soal perombakan struktur fraksi. “Semua ini tergantung mekanisme partai,” kata mantan Ketua Fraksi Golkar zaman kepempinan Hj Tenri Olle YL sebagai Ketua DPD Partai Golkar Gowa.
Terpisah, Hj Syamsuarni Taco yang dihubungi perihal yang sama, enggan berkomentar. Syamsuarni malah mengarahkan BKM untuk meminta komentar Muh Kasim Sila selaku juru bicara fraksi. ” Saya lagi kurang sehat dinda,” ucapnya. Muh Kasim Sila yang turut dikonfirmasi pun sempat menolak berkomentar dan melemparkan kewenangan itu ke Syamsuarni dengan alasan Syamsuarni sebagai kader tulen Golkar. “Selaku kader dan anggota Partai Golkar tentu harus bersedia, apalagi itu untuk mengurusi partai demi keberlangsungan dan kebesaran partai kedepannya. Terkait reposisi pimpinan fraksi, posisi anggota fraksi itu adalah ibarat prajurit yang harus ikut perintah pimpinan sepanjang itu untuk kepentingan lembaga (partai). Itu adalah kewenangan penuh DPD II Golkar Gowa yang tentunya harus mengacu pada AD/ART partai serta PO,” jelas Muh Kasim Sila. (sar)
Abbas Hady Ganti Ketua Fraksi Golkar Gowa
