SIDRAP, BKM — Luapan air danau tempe dan Sidenreng terus meluas hingga merendam ratusan rumah dan lahan pertanian warga di dua desa/kelurahan di Kecamatan Tellu Limpoe, dan Panca Lautang, Sidrap, tepatnya di Desa Teteaji dan Kelurahan Wette,e, Minggu, (4/6).
Warga menyayangkan sikap pemerintah setempat yang belum melaporkan banjir tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap. Padahal, banjir sudah terjadi sejak tiga hari lalu.
“Kami belum menerima laporan dari pemerintah setempat terkait banjir yang melanda Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang,” kata Kepala BPBD Sidrap Siara Barang saat dihubungi, kemarin.
Meski tidak ada laporan, kata Siara Barang pihaknya akan tetap menurungkan tim ke lokasi banjir untuk memantau dan melakukan pendataan awal terhadap korban banjir. Di lokasi, ketinggian banjir berpariasi antaran 1 meter hingga 2 meter.
Banjir diakibatkan pendangkalan danau tempe dan sidenreng di tiga kabupaten yakni Kabupaten Sidrap, Wajo, dan Soppeng. Hingga saat ini beberapa warga masih memilih bertahan di lantai dua rumah mereka, serta sebagian pula sudah mengemas barang-barangnya untuk dievakuasi bilamana ketinggian air
terus naik.
Banjir terparah di pesisir danau dengan ketinggian 2 meter. Sementara untuk beraktivitas, warga menggunakan perahu. Begitupulan dengan anak sekolah merasah terganggu dengan banjir tersebut.
Warga pun mulai kekurangan air bersih, dan berharap ada bantuan dari pemerintah. Tak hanya itu, mereka juga meminta supaya pemerintah bisa secepatnya melakukan pengerukan danau tempe dan sidenreng sehingga tidak lagi menjadi langganan banjir.
I Bolong, salah seorang warga setempat mengaku, warga masih banyak yang memilih tinggal di rumahnya karena rumah yang dihuninya itu adalah rumah panggung dengan ketinggian mencapai 4 meter.
“Jika banjir seperti ini dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter, warga masih bisa bertahan di rumahnya. Sebab belum masuk dalam rumah, namun jika ketinggian sudah 3 meter hingga 4 meter, kami sudah tinggal kan rumah seperti pada beberapa tahun lalu,” ucapnya.
Ia pun mempredeksi banjir ini akan terus naik mengingat curah hujan yang tinggi. (ady/C)
Banjir Wette’e Meluas, Warga Mengeluh
