MAKASSAR, BKM–Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), Dr Ir Hj Andi Majdah Sain Agus Arifin Nu’mang menyerahkan bantuan kitab suci Al Quran diterima Ketua Yayasan Masjid Nurul Jihad, Jalan Tupai Makassar, Drs H Siang Russeng, usai ceramah tarwih, Selasa (6/6).
Dalam penyerahan tersebut turut dihadiri para pengurus masjid dan ratusan jamaah.
Rektor UIM yang juga Ketua Forum Kajian Cinta Al Quran Provinsi Sulsel, memeparkan materi terkait ‘Membumikan Al Quran.’ Andi Majdah mengatakan, bulan suci ramadan adalah bulan Al Quran yang isinya untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Kitab suci ini diturunkan ke Baitul Izzah secara langsung. Dari Baitul Izzah itulah, Al Quran diturunkan secara berangsur kepada Rasulullah SAW pada 17 Ramadan sebagai tanggal Nuzulul Quran.
Digambarkan, ketika Al Quran turun berangsur dalam kurun lebih dari 22 tahun 2 bulan 22 hari kemudian menjadi rangkaian yang sangat cermat dan penuh makna, indah dan fasih gaya bahasanya. Terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, dengan latar belakang peristiwa tertentu atau yang diistilahkan dengan asbabun nuzul, semakin menguatkan bahwa Al Quran benar-benar kalam ilahi, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
Karena itu, kaum muslimin harus membaca, memahaminya karena membaca berarti mencari ilmu. Diharapkan para alumni ramadan agar terus menerus belajar, melakukan pengkajian dan penelitian, baik obyek tertulis maupun yang tidak tertulis. Hal itu dilakukan dalam bentuk landasan iman dan takwa dengan tujuan mencari ridha Allah swt. Dengan kata lain, harus dilakukan atas kesadaran ketuhanan, yakni bismi Robbika.
Ciri implementasi dalam kehidupan sehari-hari, urai Andi Majdah, saling bersilaturrahmi dalam rangka mempererat tali persaudaran dengan cara bicara adab Islami, yakni bicara hal-hal positif, terhindar dari bicara bohong, terhindar dari menggunjing, terhindar dari berkata kotor, mengumpat dan mencaci, bicara dengan tersenyum dan tidak cemberut.
Pengamalam kandungan kitab suci ini, jelas Rektor, sangat diperlukan baik di dalam ramadan maupun luar ramadan secara berkelanjutan dan berkesinambungan karena menjadi pilar utama dalam mempermantap syariah. Menjaga keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ini berkait dengan tempat yang akan dituju, yakni tiada tempat tinggal bagi seseorang yang akan dihuni setelah kematiannya, kecuali tempat tinggal yang telah ia bangun sebelum kematiannya. (zai)
Rektor UIM Minta ‘Membumikan’ Al Quran
