MAKASSAR, BKM — Tujuh tersangka perampok bertopeng diringkus Tim Khusus Polda Sulsel. Mereka yang kerap bertindak sadis ketika beraksi ditangkap dari tempat berbeda. Sasarannya didominasi minimarket.
Dua orang terlebih dahulu diciduk di tempat persembunyiannya BTN Bajeng Permai Blok D nomor 6, Kabupaten Gowa. Masing-masing Andi Abdul Karim alias Edo (20), warga Limbung, Gowa dan Andi Wahyu alias Bimbing (17), beralamat di Jalan Tubarania, Kecamatan Bajeng, Gowa.
Keduanya kemudian digiring ke posko Tim Khusus Polda Sulsel. Mereka pun mengakui perbuatannya. Bersama kawanannya, Edo dan Bimbing melakukan perampokan di minimarket. Tiga lokasi yang diakuinya berada di Kabupaten Takalar, Kecamatan Tamalate, Makassar dan Kabupaten Maros.
“Target kami minimarket. Saya tidak berdua. Tapi ditemani teman bernama Fahrul,” ujarnya.
Usai meginterogasi keduanya, Selasa (6/6) sekitar pukul 01.00 Wita, petugas kemudian melakukan pengembangan. Keduanya dibawa untuk menunjukkan lokasi persembunyian Fahrul. Dia pun berhasil ditangkap tanpa perlawanan di Kabupaten Gowa.
Dari Fahrul, terungkap pengakuan baru. Kawanan ini telah melakukan aksinya di lima kabupaten dan kota.
”Ada enam teman saya yang lain,” ujar Fahrul. Dia kemudian menyebut namanya. Masing-masing Ilham, Hendra, Fardi, La’lang dan Acca. Empat orang berhasil ditangkap. Sementara Acca masih dalam pengejaran.
Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma mengatakan, tujuh kawanan perampok bertopeng ini terungkap dari rekaman CCTV (Closed Circuit Television). Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap mereka.
“Kasus ini masih dalam pengembangan. Ada tiga anggota kompolotannya yang buron,” jelas Erwin, kemarin.
Salah satu lokasi yang pernah dirampok adalah minimarket di jalan poros Maros-Pangkep, Jalan Ratulangi, Lingkungan Bontokapette, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau. Aksi yang terakhir ini berlangsung Sabtu dinihari (3/6) pukul 02.00 Wita.
Dari tersangka diamankan barang bukti parang, serta pakaian yang digunakan tersangka seperti terekam di CCTV. Saat ini polisi masih melakukan pencarian mobil Avanza yang dikendarai tersangka, serta senjata rakitan dan beberapa busur dan anak panahnya.
Sebelumnya, lanjut Erwin Zadma, di wilayah hukum Polsek Lau pelaku yang beraksi berjumlah enam orang. Mereka mengendarai sebuah mobil minubus dan langsung masuk ke dalam minimarket.
Seorang pelaku bahkan nyaris membacok seorang karyawan yang tengah berada di area gudang. Korban dipaksa untuk menunjukkan beberapa barang serta uang yang ada di meja kasir. Sementara yang lainnya menjarah barang milik minimarket. Seperti rokok, cokelat, parfum, mi instan, handbody serta minuman.
“Dari rekaman CCTV, pelaku yang berjumlah enam orang itu masuk ke toko secara bersama-sama menggunakan topeng dan kaos tangan. Membawa senjata tajam seperti parang, busur, samurai dan menyerupai senjata api laras pendek. Mereka mengancam Asisten Kepala Toko bernama Agus dan karyawan toko Nursyam,” jelas Erwin.
Komplotan perampok ini, terang Erwin, berjumlah 10 orang. Tiga tersangka lainnya masih buron.
“Kami meminta kepada ketiganya untuk segera menyerahkan diri sebelum kami bertindak tegas,” tandas Erwin
Dari tujuh komplotan yang diamankan, dua diantaranya mendapat tindakan tegas aparat. Karena mereka mencoba melarikan diri saat diminta menunjuk persembunyian rekannya. Tersangka mencoba melarikan diri sehingga ditembak pada bagian kakinya. (ish/rus)
Tujuh Perampok Minimarket Diringkus, Dua Ditembak
