MAKASSAR, BKM — Siang di hari ke 14 bulan ramadan. Umat muslim di Jalan Seroja, Kecamatan Mariso, Makassar baru saja pulang usai menunaikan salat Jumat (9/6). Kira-kira pukul 14.00 Wita.
Seorang pemuda, yang belakangan diketahui bernama Suanad alias Saiful alias Iful (24) terlihat pulang ke rumah di Jalan Seroja Lorong 307, Kelurahan Kampung Buyang. Ia tampak menenteng sebuah jerigen. Isinya ternyata bensin.
Ketika masuk di dalam rumah, Iful mendapati ayahnya, Dg Sattu sementara tidur. Ada pula istrinya Sania bersama anaknya Acce. Sania merupakan ibu tiri Iful. Sedangkan Acce adalah adik tiri Iful, buah pernihakan Dg Sattu dan Sania.
Tanpa basa basi Iful berbuat sadis. Ia menyiramkan bensin yang dibawanya ke atas tempat tidur. Bahan yang mudah terbakar itu kemudian disulutnya dengan menggunakan korek api.
Dalam hitungan detik kasur langsung terbakar. Api pun menyambar tiga sosok tubuh yang berbaring di atasnya. Dg Sattu, Sania dan Acce yang dalam kondisi tertidur tak bisa menghindari api. Sebagian anggota tubuhnya terbakar dan melepuh.
Warga sekitar kejadian yang mencium bau kasur terbakar dari dalam rumah Dg Sattu langsung berdatangan. Mereka berusaha menolong dan mengevakuasi ketiga korban. Sebagian diantaranya mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ketiga korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan mobil patroli polisi. Lokasi kejadian memang dekat dari Mapolsek Mariso.
Anak Sania, Gilang (15) yang saat kejadian berada di luar rumah, menuturkan Iful membakar ayah dan ibu tirinya gara-gara motornya rusak. ”Saat distater di lorong, motornya tidak bisa bunyi. Dia marah lalu mengambil jerigen isi lima liter. Jerigen itu kemudian diisi bensin dari dalam tangki motornya menggunakan selang. Bensin itu dipakai menyiram kasur lalu dibakar,” ujar Gilang di lokasi kejadian.
Usai melakukan aksinya, Iful langsung keluar dari kamar dan melarikan diri. Diduga, selain gegara motornya rusak, pelaku nekat berbuat sadis seperti itu karena dia sering mengonsumsi obat-obatan daftar G.
Warga yang khawatir rumahnya ikut terbakar, langsung menelepon Dinas Pemadam Kebakaran. Tidak lama kemudian beberapa unit mobil damkar datang. Hanya saja, mereka tidak bisa masuk ke TKP karena lokasinya berada di lorong yang lebarnya hanya satu meter.
Beruntung, warga bisa cepat menjinakkan api dalam rumah korban hingga tidak menjalar. Padahal, lokasi tersebut merupakan pemukiman padat penduduk.
Kapolsek Mariso, Kompol Wahyu Basuki mengatakan, pelaku sudah diketahui identitasnya. ”Pelakunya masih dalam pencarian anggota di lapangan. Jika sudah tertangkap, baru bisa diketahui pasti motif pembakaran terhadap ayah dan ibu tirinya. Kejadiannya sudah dilaporkan ke Polrestabes Makassar,” terang Kompol Wahyu.
Kepala Dinas Damkar Kota Makassar, Imran Samad mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya penanganan secara maksimal kebakaran yang terjadi di sebuah rumah tinggal Jalan Seroja. Dalam kejadian ini, tiga orang menjadi korban dan mengalami luka bakar.
”Dua orang dewan dan satu anak-anak jadi korban. Kita tidak tahu apa pemicunya. Yang jelas, kebakaran sudah teratasi,” ujar Imran.
Tentang pemicu peristiwa ini, Imran mengatakan sementara dalam penyelidikan polisi. ”Informasinya, diduga berawal dari masalah rumah tangga. Pelaku melakukan pembakaran hingga menyebabkan bapak, ibu tirinya serta adik tirinya terluka bakar,” terang Kadis lagi.
Sekretaris Kecamatan Mariso, Juliaman juga turun langsung ke lokasi kejadian. Menurutnya, usai melakukan aksinya, pelaku mengunci pintu dari luar lalu pergi.
Pihak kecamatan memfasilitasi korban untuk dibawa ke rumah sakit. Bekerja sama dengan aparat dilakukan pencarian terhadap pelaku.
Warga sekitar lokasi kejadian, menurutkan Iful bekerja sebagai tukang parkir di depan Toko Agung. Entah kenapa, tiba-tiba ia pulang dan menyiramkan bensin ke atas tempat tidur.
”Orangnya normal. Tidak adaji gangguan jiwa,” ujar Syaharuddin Rasyid Dg Sila, salah seorang warga setempat
”Dari kecil saya lihat dia, karena tetangga saya. Saya sudah 15 tahun jadi ketua RW. Secara kejiwaan dia normal,” jelas Ketua RW 4 Kelurahan Kampung Buyang. (jul-ucu-jun/rus/c)
Anak Bakar Ayah, Ibu dan Adik Tirinya
