Site icon Berita Kota Makassar

Makan Malam Sekaligus Sahur, Favorit Martabak dan Es Buah

SUDAH menjadi keinginan semua umat muslim untuk selalu berkumpul dengan anak istri di saat berbuka maupun sahur di bulan ramadan. Namun apa jadinya jika tuntutan tugas lebih memposisikan seseorang pada tanggung jawab yang harus diembannya?

Laporan: Saribulan

MEMANGKU sebuah jabatan memang harus dilandasi dengan keikhlasan. Sehingga dalam menunaikannya, tidak ada beban dan lebih santai. Begitulah prinsip Drs Abdullah Sirajuddin,MSi yang kini dipercaya sebagai Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.
Menurut Doel, begitu sapaan akrab ayah dari tiga anak dan suami dari Rina Trisnawaru ini, sebagai pejabat dirinya lebih enjoy menjalankan tugas-tugasnya sekarang ini, kendati tidak selalu harus bisa berkumpul istri dan anak-anaknya untuk berbuka puasa.
“Yah, untuk berbuka di rumah jarang sekali bisa saya lakukan karena tuntutan tugas. Kalau sahur bersama mereka, lebih sering. Karena memang saya sudah full di rumah. Itupun kadang makan malam saya sudah merangkap dengan makan sahur. Karena kadang tiba di rumah nanti tengah malam,” terang Doel.
Dulu, ketika Doel menjabat sebagai camat, baik di Kecamatan Bontonompo Selatan maupun Somba Opu, posisinya lebih banyak memberikan arahan dan sambutan. Tapi sekarang, saat jadi kepala bagian, apalagi humas, maka kegiatannya lebih banyak mendampingi bupati dan wakil bupati Gowa.
Disinggung menu apa yang jadi favoritnya setiap kali berbuka, Doel mengaku suka es buah dan martabak goreng. Tapi kadang, martabak goreng tidak ada yang tersaji jika sedang berada di kecamatan untuk kegiatan safari ramadan.
“Kalau es buah sih, hampir setiap buka puasa di kecamatan menjadi menu pembuka. Yang tidak ada martabak…he..he…he,” kata Doel tersenyum.
Diakuinya, selama bulan suci ramadan, ada efek berkah yang dirasakannya. Postur tubuhnya yang tinggi besar, kini beratnya agak menurun. Dia pun mengaku celana panjangnya mulai melonggar.
“Alhamdulillah, efek puasa ini membawa berkah bagi berat badan saya. Sekarang turun 2 kg. Meski begitu, saya tidak pernah mau membiasakan diri mengkonsumsi suplemen makanan. Saya hanya percaya pada air putih dan olahraga tenis kalau sore, kalau tidak ada kegiatan kantor. Alhamdulillah, hasilnya bagus bagi saya,” ucapnya.
Tadarusan pun tidak pernah ditinggalkannya. Meski lagi sibuk urusan kantor, Doel berusaha tetap membaca Alquran.
Meski sibuknya lumayan, namun Doel masih selalu menyempatkan berkomunikasi dengan tiga buah hatinya. Bagi dia, perhatian kepada anak-anaknya menjadi prioritas. Apalagi yang sulung baru lulus SMA. Sementara anak keduanya baru lulus SMP, dan yang ketiga masih usia 5 tahun dan sekolah di TK. Hal yang sama dilakukannya terhadap istri yang juga sibuk kerja di kantor Samsat Kota Makassar.
“Bagi saya, kebersamaan dengan keluarga sangat penting. Cuma saya sudah pesan ke istri agar hidangan sahuran harus selalu dalam kondisi hangat, tidak dingin. Ituji ituji pesanku, agar nikmatnya makan sahur lebih terasa dan hangat bersama keluarga kecilku,” katanya.
Jika ingin mendapatkan tenaga sedikit ekstra dalam beraktivitas, dia kemudian mengonsumsi telur asin dan ikan asin. (*/rus)

Exit mobile version