Site icon Berita Kota Makassar

1.443 Hektar Tanaman Padi Terendam Banjir

SIDRAP, BKM — Banjir akibat luapan Danau Tempe dan Sidenreng, masih menggenangi tujuh desa di lima Kecamatan, Kabupaten Sidrap, Minggu (12/6). Bahkan diprediksi air bah masih akan terus naik menyusul curah masih tinggi.

Akibatnya, ribuan hektare lahan pertanian yang sudah ditanami warga rusak dan membusuk sepeti tanaman padi, jagung, labu, terong, dan kacang-kacangan.
La Dallang, salah seorag petani jagung mengaku merungi hingga puluhan juta rupiah akibat banjir yang merendam tanam jagungnya yang masih berumur 40 hari.
“Jagung belum berbuah sudah direndam banjir. Dari pada tinggal saja disitu membusuk, jadi saya tebang untuk dijadikan makanan ternak. Kalau dihitung-hitung kerugiannya sangat besar,” ujarnya.
Petani lainnya Ma’Udu mengaku, banjir yang sudah terjadi rutin setiap tahunnya baru kali ini warga merasah adalah betul-betul musibah.
“Biasanya itu, banjir naik setelah panen. Begitu juga ikan air tawar juga banyak yang naik. Namun kali ini, ribuan hektar tanaman terendam banjir serta hasil tangkapan sejumlah nelayan juga sedikit dibanding banjir-banjir sebelumnya,” ucapnya.
Data dari BPBD Sidrap menyebutkan jumlah lahan pertanian yang terendam banjir sebanyak 1.443 hektare di tujuh desa dan kelurahan. Banjir terparah di Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, dan Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe.
1.443 lahan pertanian yang terendam banjir yaitu 599 hekater di Wette’e dan Teteaji, 341 hekater di Mojong, 130 hektare di Empagae, 327 hektare di lingkungan dua Kelurahan Sidenreng, dan di Lautang Benteng sekitar 46 hektare.
“Umur padi yang terendam banjir ini rata-rata kurang lebih 30 hari masa tanam,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sidrap, Hasanuddin.
Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang mengatakan, intensitas hujan di sejumlah wilayah di Sidrap masih tinggi. BPBD Sidrap juga telah mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan daerah Sidrap siaga bencana.
Siarang Barang mengimbau kepada masyarakat, khususnya daerah langganan banjir, untuk waspada bencana di musim penghujan ini. “Jika melihat intensitas hujan saat ini besar kemungkinan banjir akan terus naik,” tandasnya. (ady/C)

Exit mobile version