MAKASSAR, BKM — Lima paket berisi 500 detonator ditemukan di ruangan air cargo terminal supervisor Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (11/6) pukul 09.35 Wita. Alat pemicu ledakan terhadap bahan peledak itu rencananya hendak dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat. Namun upaya itu digagalkan setelah terdeteksi X-ray.
Detonator yang dikemas dengan bungkusan kue ini awalnya dicurigai oleh petugas bandara. Mereka kemudian menginstruksikan kepada petugas JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) sebagai perusahaan jasa yang hendak mengirimnya, untuk membongkar paket tersebut. Setelah dibongkar, ternyata isinya detonator dalam jumlah banyak.
Setelah dilakukan pendataan lebih lanjut, diketahui jika paket tersebut dikirim oleh H Jamaluddin yang berasal dari Kabupaten Gowa. Rencananya akan diterima oleh H Rani di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kepala Satuan Reskrim Polres Maros, Juftri Natsir mengatakan, temuan detonator seperti ini sudah dua kali terjadi. Pertama pada bulan Januari lalu.
Jufri mengaku belum tahu persis apa tujuan pengiriman detonator ke wilayah Kalimantan itu. Apakah akan dimanfaatkan untuk kegiatan teror atau bom ikan. “Saat ini kita masih lakukan penyelidikan,” kata Jufri.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, membenarkan adanya detonator yang diamankan petugas bandara.
”Terdeteksi saat pemeriksaan di X-ray Bandara. Barang yang dikemas dengan bungkus kue berisi detonator itu tujuan Pontianak nomor SMU 3689331 f. Menggunakan pesawat Garuda. Dikirim oleh pria bernama H Jamaluddin Daeng Karaman, warga Sungguminasa.
Sementara yang akan menerima barang itu bernama Haji Raji, warga Jalan MT Haryono Gang Cenderawasi nomor 24 B RT1 RW1 Katapang, Kalimantan Barat,” terang Dicky.
Temuan tersebut, tambah Dicky, dikoordinasikan dengan Ipda Faisal dari Densus 88. Lokasi kemudian disterilkan. (nug-ish/rus/c)
500 Detonator Ditemukan di Air Cargo Terminal Bandara
