SINJAI, BKM — Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) sedianya melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sinjai, Minggu (11/6). Berdasarkan agenda, orang nomor satu di Sulsel itu akan melihat wilayah di kabupaten tersebut yang dilanda banjir dan longsor. Setelah itu, melanjutkan perjalanan ke Bulukumba untuk menghadiri peringatan malam Nuzulul Quran di Masjid Agung Datuk Di Tiro.
Sejak siang, pejabat setempat, termasuk Bupati Sinjai Sabirin Yahya, Wakil Bupati Andi Fajar Yanwar, dan Sekkab Taiyeb A Mappasere sudah menunggu di lapangan samping kantor Sinjai yang disiapkan sebagai tempat pendaratan helikopter Syahrul.
Namun sayang, cuaca buruk, hujan deras dan angin cukup kencang mengakibatkan heli yang ditumpangi Syahrul batal mendarat. Pejabat setempat yang akan melakukan penjemputan pun berbalik arah menuju rujab bupati Sinjai.
Menurut keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devy Khadafi, terlalu berisiko jika dipaksakan mendarat. Helikopter pun berbalik arah dan mencari lokasi strategis untuk mendarat.
Akhirnya diputuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Kabupaten Takalar. Helikopter jenis Puma Bell itu mendarat di Desa Bontoparang, Kecamatan Mangarabombang. Selanjutnya, Syahrul melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Bulukumba dengan melewati jalur darat.
Gubernur didampingi sejumlah pejabat pemprov diantaranya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Samsibar, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Andi Dharmawan Bintang, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Devy Khaddafi. Sebelumnya, Sekretaris Kabupaten Sinjai, Taiyeb Mappasere menjelaskan sesuai agenda Gubernur Sulsel akan melakukukan peninjauan beberapa lokasi bekas titik banjir yang melanda Sinjai beberapa waktu lalu.
“Pak gubernur rencana mau melihat tanggul yang telah dibangun oleh BBWSPJ di Sungai Mangottong. Sejauh ini masih ada 100 meter yang belum rampung. Ini menjadi ancaman abrasi bagi warga Biringere,” kata Taiyeb.
Menurutnya, pembangunan tanggul ini sudah dilakukan dua tahun lalu. Sejauh ini pihak BBWPJ sudah menjanjikan untuk melanjutkan pembangunan tersebut. Dirinya berharap, dengan kunjungan SYL pembangunan ini bisa segera diselesaikan.
Selain itu, SYL dijadwalkan melakukan peninjauan di Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utata. Di sini SYL akan menyerahkan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang pernah dilanda banjir.
Taiyeb menyebutkan, faktor utama penyebab banjir di Sinjai karena intensitas hujan. Selain itu juga karena draninase dan pemukiman di dalam kota yang sudah tak beraturan lagi.
“Belum lagi posisi kota Sinjai yang tingginya hanya satu meter di atas permukaan laut. Sehingga kalau terjadi pasang akan mudah banjir. Makanya drainase di sini tak boleh terlalu dalam,” tandasnya.
Sementara itu, hujan deras mengguyur Kota Makassar membuat beberapa tempat di Kota Makassar tergenang air. Tak terkecuali rumah jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang terletak di Jalan Yusuf Daeng Ngawing.
Halaman rumah jabatan orang nomor dua Sulawesi Selatan nampak seperti kolam. Kondisi ini membuat repot orang yang keluar masuk ke dalam rumah jabatan tersebut akibat genangan air setinggi kurang lebih 20 cm. Rujab yang berada dalam wilayah Kelurahan Masale, Kecamatan Rappocini ini terendam akibat hujan yang berlangsung selama satu jam, Minggu sore (11/6).
Kondisi diperparah karena genangan air di halaman rumah jabatan tersebut tidak dapat mengalir. Air yang tergenang tetap saja tinggal meskipun hujan mulai surut. Bahkan sampah yang tadinya berserakan di pinggir jalan, juga memenuhi halaman rumah jabatan. (rhm/rus)
Heli Mendarat Darurat, SYL Naik Petepete
