GOWA, BKM — Malam Nuzulul Quran hendaknya menjadi momen untuk tafakkur bagi seluruh jamaah. Harapan tersebut disampaikan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menyampaikan sambutan pada malam Nuzulul Quran yang diperingati masyarakat Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Minggu malam (11/6),
Peringatan turunnya Al Quran itu turut dihadiri Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate, Wakil Bupati, H Abd Rauf Malaganni, Sekretaris Kabupaten, H Muchlis, Muspida, pimpinan OPD lingkup Pemkab Gowa, serta masyarakat Sungguminasa dan sekitarnya.
Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Al Quran sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan bathil, memberi tuntunan kepada manusia untuk dapat hidup rukun dan damai serta menjadi pribadi santun dan berakhlak mulia.
Adnan juga mengajak jamaah Masjid Agung Syekh Yusuf untuk tidak lepas dari mukjizat Rasulullah terakhir. ”Saya mengajak kita semua untuk menjadikan Al Quran sebagai landasan berpikir dan bertindak secara benar. Bahkan menjadi pedoman melaksanakan pembangunan di Kabupaten Gowa guna mewujudkan masyarakat Gowa yang lebih sejahtera,” jelas bupati.
Peringatan Nuzulul Quran menurut ustadz Usman Jasad saat menyampaikan tausiyahnya, Nuzul Quran ini merupakan malam pertama diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Sesuai kemuliaan dan kebesaran Al Quran, Allah menjadikan malam permulaan turunnya Al Quran itu sebagai malam Al Qadar. Yaitu suatu malam yang ditinggikan kadarnya.
”Al Quran hadir sebagai pedoman dalam kehidupan kita. Berbicara tentang janji dan ancaman, berbicara tentang pedoman hidup manusia dan sejarah. Ada beberapa kewajiban yang harus kita penuhi sebagai umat beragama yang menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam kehidupan, mengimaninya, membaca ayat-ayatnya, memahami isi dari kandungan ayat-ayat Al Quran, dan mengamalkan isi dari kandungan ayat-ayat Al Quran tersebut,” kata ustadz Usman Jasad. (sar/mir)
