MAKASSAR, BKM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi hujan ringan akan turun menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Minggu (25/6) mendatang. Namun analisis tersebut masih akan terus dievaluasi hingga lebaran nanti.
Prakirawan BMKG, Siswanto mengatakan, sebagian besar wilayah Sulsel, khususnya Makassar saat ini sampai pada lebaran nanti akan diguyur hujan ringan. Walaupun saat ini sebenarnya telah memasuki musim kemarau, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan Sulsel masih sering hujan hingga sekarang.
Antara lain, jelas Siswanto, adalah suhu muka laut yang masih berada di posisi 1 hingga 3 derajat. Artinya, masih dalam kondisi normal yang memungkinkan turunnya hujan ringan. Selain itu, juga akibat belokan angin, sehingga terjadi perlambatan massa udara dan mengakibakan pembentukan awan konvektif yang cukup kuat.
Pembentukan awan konvektif tersebut, menurut Siswanto, terjadi di wilayah timur dan berimbas ke wilayah barat. Sehingga di wilayah Makassar dan sekitarnya masih merasakan curah hujan dengan distribusi ringan. Olehnya itu, petir berpeluang terjadi, khususnya di pesisir bagian timur Sulsel. “Paling tidak petir akan dirasakan di wilayah pesisir bagian timur,” kata Siswanto.
Di wilayah Sulsel bagian utara sendiri, khususnya Luwu, Palopo, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Enrekang diperkirakan distribusi curah hujannya dengan intensitas sedang hingga lebat. “Kami prediksi tersebut hingga tanggal 15 Juni,” terangnya.
Diapun mengingatkan, yang perlu diwaspadai oleh masyarakat sampai pada lebaran nanti adalah bencana banjir dan tanah longsor. Karena hujan umumnya terjadi pada dinihari.
Meski ada prediksi dari BKMG seperti itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Kota Makassar, Aswis menegaskan, pemkot tetap merencanakan pelaksanaan salat Idul Fitri 1438 H dipusatkan di Lapangan Karebosi. Jalannya salat dipimpin Rasyid Masri, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Rencananya, pejabat di lingkup Pemkot Makassar, termasuk wali kota, wawali, sekkot serta gubernur dan wakil gubernur akan ikut melaksanakan salat id di Lapangan Karebosi bersama umat muslim lainnya.
Merespons kondisi cuaca saat ini di Kota Makassar yang masih intens diguyur hujan, Aswis mempersiapkan dan mengarahkan jamaah ke tempat lain, yaitu di Masjid Raya. Selain lokasinya cukup dekat dari Lapangan Karebosi Makassar, Masjid Raya Makassar dapat menampung cukup banyak jamaah.
“Tetap pelaksanaan salat Idul Fitri kami pusatkan di Lapangan Karebosi Makassar. Kalau hujan, kita arahkan ke Masjid Raya karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Lapangan Karebosi. Kita tetap berharap salat Idul Fitrinya bisa di Lapangan Karebosi,” kata Aswis, kemarin.
Bagian Kesra akan membuat surat edaran kepada seluruh SKPD untuk ikut bersama-sama melaksanakan salat Idul Fitri. Imbauan ini menindaklanjuti pesan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang meminta seluruh pejabat di SKPD melaksanakan salat Idul Fitri bersama.
“Pak wali minta semua pejabat SKPD bersama-sama salat di Lapangan Karebosi dan itu sifatnya wajib. Kalau tidak bisa, minta izin langsung ke Pak Wali. Saya juga tidak tahu bagaimana kalau ada yang tidak bisa dengan alasan mudik ke kampung halamannya bersama keluarga. Apakah itu disanksi atau tidak, tergantung Pak Wali,” tandasnya.
Ditanya tentang jumlah tempat, baik itu lapangan ataupun masjid yang digunakan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini, Aswis mengaku belum mengetahuinya. ”Kalau urusan itu bukan lagi kita yang tangani. Tanggal 19 nanti kita rapatkan bersama PHBI (Pengurus Hari-hari Besar Islam). Semua persiapan Idul Fitri akan kita bicarakan di situ,” jelasnya. (nug-arf/rus/b)
BMKG: Idul Fitri Diprediksi Hujan Ringan
