MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo kembali melakukan peninjauan sejumlah proyek strategis yang sementara dalam tahap pembangunan, Rabu (14/6). Lokasi yang dudatangi adalah jalan tembus depan BTP-Tol Sutami, middle ring road (MRR) dan pelebaran jembatan Sungai Tello.
Di lokasi jalan tembus BTP-Tol Sutami, Syahrul melakukan penanaman pohon lontar. Untuk tahap pertama, jalan sepanjang 3,2 km sudah rampung. Masih tersisa 3,6 km yang akan dikerjakan selanjutnya. Menurut rencana, jalan tersebut akan mengabadikan dan mengakomodir semua nama-nama mantan gubernur Sulsel. Hanya saja, belum ada kejelasan kapan jalan tersebut akan diberi nama.
Selanjutnya, Syahrul meninjau pembangunan MRR. Berdasarkan laporan Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Metropolitan BBPJN XIII, Amin Hamid, per 11 Juni 2017, progres pekerjaan sudah mencapai 40 persen.
Hingga saat ini, masih ada 22 bidang tanah yang belum dibebaskan. Sementara empat bidang dikonsiyasi.
Dia melanjutkan, lahan yang belum dibebaskan sesuai desain rencana jalan oleh Pemerintah Kota Makassar sepanjang mulai sta 1+200 hingga sta 3+050 sepanjang 1,85 km. Ada juga lahan seluas 3259 meter persegi yang belum dibebaskan pada sta 0 hingga sta 1+157. Kemudian ada klaim tanah warga di daerah abutment dan pier Jembatan Tello 2 arah Leimena atas nama H Rasyid.
Amin melanjutkan, lahan yang dalam proses pembebasan saat ini sepanjang 0,4 km. Lahan yang bisa dikerjakan hanya sepanjang 1,2 km dengan fungsional hingga ke Jalan Leimena.
Untuk tahap pertama, sepanjang 1,2 km tersebut, ditargetkan sudah bisa rampung Desember 2017 mendatang.
Usai MRR, peninjauan dilanjutkan ke proyek pelebaran Jembatan Tello. Laporan dari BBPJN, progress pekerjaan sudah mencapai 28 persen. Posisi kegiatan adalah pengerjaan borefile.
Diharapkan proyek ini bisa rampung 19 November 2017, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel. Artinya, total waktu yang diberikan gubernur untuk merampungkan proyek tersebut adalah empat bulan.
Syahrul menegaskan, tiga infrastruktur jalan tersebut merupakan proyek strategis yang tujuannya untuk memecah kemacetan lalulintas di jalan-jalan utama. Dia berharap kehadiran MRR nantinya bisa menjadi percontohan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Terkait pembebasan lahan yang hingga kini masih bersoal, Gubernur Syahrul mengatakan akan kembali membicarakannya dengan wali kota Makassar. Termasuk dengan bupati Gowa agar bisa menjadi perhatian.
“Yang penting saat ini kita fokus dulu pada penyelesaian hingga Leimena. Untuk tahap kedua nanti, saya berharap semua pihak, termasuk Pemkot Makassar berupaya lebih keras lagi dalam menangani pembebasan lahannya,” tandas Syahrul. (rhm/rus)
Jembatan Tello Ditarget Rampung Empat Bulan
