MAMUJU, BKM — Ramadniya atau Operasi Ramadhan dan hari raya merupakan perubahan nama dari Operasi Ketupat yang dilakukan kepolisian dalam melakukan pengamanan hari raya umat muslim setiap tahunnya.
Terkait hal tersebut, jajaran Kepolisian Resort (Polres) Mamuju, pada Rabu (14/6), menggelar rapat koordinasi (Rakor) Ops Ramadniya 2017 dalam rangka kesiapan Pasukan Pengamanan Masyarakat (PPM) Hari Raya Idul Fitri yang dipusatkan di aula Mapolres Mamuju.
Kapolres Mamuju, AKBP Muh Rifai dalam acara Rakor Ramadniya berharap adanya sinergitas yang terbangun. Sehingga pihaknya dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat khususnya pelayanan keamanan dapat terlaksana dengan baik.
”Karena ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun, tentu dinamisasi masyarakat di Mamuju terus mengalami peningkatan. Apalagi Mamuju merupakan ibukota provinsi. Olehnya itu, kami harapkan adanya sinergitas yang terbangun bagi semua pihak yang terlibat nantinya,” harap Kapolres Mamuju.
Ia menambahkan, pada operasi Ramadniya pada tahun ini selain melibatkan kepolisian, beberapa instansi terkait juga dilibatkan. Yakni pihak TNI, Satpol PP, petugas kesehatan, petugas dinas perhubungan dan masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Mamuju, H Irwan SP Pababari yang hadir dalam rakor tersebut menyampaikan, perubahan nama dari Operasi Ketupat menjadi Operasi Ramadniya merupakan inovasi yang dilakukan pihakepolisian dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Olehnya itu, wakil bupati mengapresiasi pihak kepolisian melakukan layanan kepada masyarakat
”Pemerintah Kabupaten Mamuju telah berkomitmen untuk senantiasa bersinergi bersama semua lembaga dalam hal penegakan hukum maupun lainnya. Untuk itu, pihaknya telah menyadari bahwa peran dan fungsi lembaga kepolisian adalah mitra dalam hal mengawal dan menyukseskan pembangunan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Mamuju melihat banyaknya kegiatan yang dilakukan dengan pihak Polres Mamuju,” ungkap Wabup Irwan Pababari. (ala/mir/c)
Ramadniya Libatkan Berbagai Unsur
