BANTAENG, BKM — Tragedi berdarah menggegerkan warga Dusun Bonto Mate’ne, Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kamis (16/6) malam sekitar pukul 20.00 wita. Seorang perempuan paruh baya tewas bersimbah darah.
Sebelum peristiwa, Risna Dg Rannu (43), tengah menonton telebisi di salah satu ruang tengah rumahnya. Ketika jarum jam menunjukkan pukul 19.40 wita, sesosok laki-laki Herman (35) tiba-tiba muncul. Rupanya Ramli adalah anak mantu Rannu.
Kedatangan Ramli ke rumah mertuanya adalah untuk menemui isterinya, Asni. Ramli mengajak Asni jalan-jalan menikmati indahnya malam ramadhan. Namun Asni menolak. “Dia mengajak tapi saya menolak”, ujar Asni berlinang air mata.
Dituturkan Asni, sewaktu suaminya datang, dia sedang berbaring di dalam kamar. Dia mengaku menolak ajakan suaminya dengan suara lantang. “Saya menolak dengan suara keras”, akunya.
Diungkapkan Asni, ketika dia menolak diajak jalan-jalan, Herman bertanya dari luar kamar, “Apakah kamu sudah tidak mau lagi”? Pertanyaan tersebut dijawab spontan oleh Asni, “Iya, saya sudah tidak mau lagi”.
Perang mulut antara suami isteri ini, membuat Rannu, sang mertua, ikut angkat bicara. Rannu mengatakan, kenapa baru sekarang kamu datang. Sekian lama isterimu memunggu, namun tidak ada kabar.
Kini, setelah isterimu kau telantarkan selama berbulan-bulan, tiba-tiba kamu muncul dan langsung mau ajak jalan-jalan. Dengar itu. Istrimu sudah tak sudi lagi bersamamu.
Mungkin karena rasa kecewa bercampur jngkel yang berkecamuk dan menguasai akal sehat Herman, sehingga dia kalap. Herman menancapkan pisau tepat mengenai leher mertuanya. Seketika itu juga, Rannu bersimbah darah dan tewas di tempat.
Sebuah sumber menyebutkan, hubungan pasutri ini tidak harmonis. Pada Februari 2017, Asni ditinggal pergi oleh Herman di Kalimantan. Herman pulang terlebih dahulu. Karena tak tahan hidup dirantau ditinggal suami, Asni bersama puterinya, Risma (14), kembali ke Bantaeng dan tinggal di rumah orang tuanya.
Usai melakukan aksinya Herman kabur dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi. “Terduga pelaku masih dalam pengejaran”, ujar Humas Polres Bantaeng, Bripka Sandri kepada wartawan. (wam/B)
