Site icon Berita Kota Makassar

Perang Kelompok Jelang Salat Subuh, Lima Terluka

MAKASSAR, BKM — Perang kelompok pecah di Jalan Kakatua menjelang salat subuh, Jumat (16/6) pukul 04.00 Wita. Sekelompok massa yang berjumlah belasan tiba-tiba melakukan penyerangan ke Jalan Kakatua 3 dan melewati Jalan Kakatua 2.
Saat beraksi, mereka menggunakan busur yang terbuat dari ketapel, anak panah serta ketapel. Akibatnya, seorang warga Jalan Kakatua 2 bernama Muh Aliansyah (17) terkena anak panah pada betis sebelah kiri.
Mendapat serangan, kelompok dari Jalan Kakatua melakukan perlawanan. Beberapa orang dari kelompok penyerang juga mengalami luka.
Masing-masing Aldi (16), warga Jalan Sungai Saddang Baru mengalami luka tebas di kepala bagian belakang kiri, serta memar pada punggung. Sementara Yasir (17), warga Jalan Sungai Saddang menderita luka tusuk pada telinga sebelah kanan bagian belakang, muka memar pada badan dan muntah darah.
Sofyan Gunawan (16), warga Mongisidi Baru mengalami luka tusuk pada pinggang sebelah kiri, dan luka tusuk pada telinga sebelah kiri. Sementara Andi (16), warga Jalan Sungai Saddang Baru mengalami memar dan luka pada tangan sebelah kanan. Semua korban yang terluka mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.
Anggota Polsek Mamajang yang menerima laporan dari warga Jalan Kakatua, langsung bergerak ke lokasi. Tidak lama berselang, kembali terjadi penyerangan di Jalan Kakatua 2.
Kelompok ini melakukan aksi balas dendam setelah mengetahui ada rekannya yang terkena panah dan tusukan. Polisi yang berada di lokasi berhasil mengamankan beberapa orang.
Mereka adalah Ys (17), warga Asrama Mattoangin yang memimpin penyerangan. Ada pula rekannya, yakni Fd (15) warga Jalan Sungai Saddang Baru. Rh alias Bolla (16) warga Jalan Sungai Saddang Baru, FT (16) dan Andi, warga Jalan Sungai Saddang Baru.
Kanit Reskrim Polsek Mamajang, AKP Aris Sumarsono mengatakan, pelaku perang kelompok yang diamankan telah dimintai keterangannya. Dari pengakuan mereka, peristiwa tersebut bermotif balas dendam.
Beberapa malam lalu, menurut Aris, Ys lewat di Jalan Kakatua. Sata itu ia diejek beberapa anak muda.
Selanjutnya, pada Jumat (16/6), Ys menemui teman-temannya di Jalan Sungai Saddang Barru dan Jalan Monginsidi Baru. Ys mengajak mereka untuk menyerang pemuda di alan Kakatua 2 dan 3.
”Beberapa orang yang diduga sebagai pelaku sudah kita amankan. Termasuk sejumlah barang bukti berupa busur dan sejenisnya. Sementara yang menjadi korban masih dirawat intensif di RS Bhayangkara. Kasusnya masih dalam pengembangan,” jelas Arif.
Menyikapi kejadian ini, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi berjanji akan lebih memperketat pengamanan, khususnya di daerah yang rawan terjadinya perang kelompok. Dia juga menegaskan, mereka yang terlibat akan diproses secara hukum.
Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini meminta kepada anggota Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat di masing-masing lingkungan, agar senantiasa menjaga keamanan di wilayahnya. (jul/rus)

Exit mobile version