MAKASSAR, BKM–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Nasdem menyiapkan strategi untuk berkoalisi di 12 daerah yang akan menggelar kontestasi Pilbup dan Pilwali serentak 27 Juni 2018 mendatang.
Gagasan itu bukan tanpa alasan, Koalisi PKS-Nasdem di Pilbup Takalar 2017 lalu, berhasil menumbangkan pasangan petahana yang diusung koalisi gemuk.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PKS Sulsel, Irwan ST mengaku bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) dan sejumlah pengurus teras Nasdem Sulsel baru-baru ini. Meski pada pertemuan itu ada kesamaan simulasi koalisi di daerah. Tapi, Irwan mengaku pada dasarnya akan membangun koalisi secara keseluruhan dan bahkan hingga Pilgub Sulsel mendatang. “Ke 12 Daerah kita jajaki semua malah, termasuk Pilgub,”ujar legislator DPRD Makassar ini, Minggu (18/6).
Dia mengatakan komunikasi dengan RMS sangat intens membicarakan soal simulasi koalisi tersebut baik PKS serta RMS sebagai nahkoda Nasdem Sulsel membangun semangat yang sama untuk memenangkan semaksimal mungkin Pilbup 2018 dengan membangun koalisi. “Tetapi kondisi masing-masing daerah yang Pilkada berbeda-beda, dan baik pak RMS maupun kami di PKS tidak akan memaksakan keseluruhan daerah tersebut untuk harus berkoalisi,” ujarnya.
Tapi untuk beberapa daerah yang memang peluang untuk berkoalisi cukup besar, kaya dia, pihaknya mendorong untuk lebih cepat diselesaikan paket pasangannya dibawah usungan Nasdem dan PKS.
“Untuk beberapa daerah kami masih akan melihat hasil survei setelah lebaran nanti,” tandasnya.
Sementara itu, RMS mengatakan bahwa simulasi koalisi tersebut tidak harus memaksakan kader meskipun memperioritaskan kader, tapi baik PKS maupun Nasdem sudah siap mengusung di luar dari kader internal masing – masing.
Saat ini Nasdem telah menetapkan Sekprov Sulsel Abd Latif untuk Pilbup Pinrang, Fatmawati Rusdi di Sidrap dan Takyudin Masse di Sinja. (ita/rif)
PKS-Nasdem jajaki Koalisi Serentak
