Site icon Berita Kota Makassar

Underpass Simpang Sayang Hanya Beroperasi 14 Hari

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo merealisasikan janjinya. Ujicoba pengoperasian underpass simpang lima resmi dilakukan, Minggu (18/6).
Tiba di lokasi, sesaat setelah turun dari kendaraan dinasnya, terlihat mata orang nomor satu di Sulsel itu berkaca-kaca. Ia seolah tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagia, karena infrastruktur jalan yang ditunggu-tunggu kehadirannya itu sudah bisa difungsikan.
Penggunaan underpass simpang lima Tol-Mandai ditandai dengan penandatanganan prasasti. Mobil gubernur juga melakukan lintasan perdana dan melewati lajur kiri dan kanan sebanyak dua kali.
Underpass simpang lima itu memang sengaja dikebut pengerjaannya, agar bisa dilalui para pemudik pada H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri.
Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Balai Besar Jalan Nasional Wilayah XIII Makassar, Budiamin mengatakan, progres jalan bawah tanah yang kemudian diberi nama Underpass Simpang Sayang itu sudah rampung sekitar 96 persen. Ditargetkan keseluruhan pekerjaan bisa selesai 11 Juli 2017 mendatang.
Dia mengatakan, pembukaan sementara untuk mengatasi kemacetan selama periode arus mudik. Artinya, selama 14 hari ke depan, jalan tersebut bisa difungsikan pengguna jalan.
”Selanjutnya akan kembali ditutup untuk merampungkan ornamen-ornamen yang belum sepenuhnya selesai. Juga penyelesaian kolam air mancurnya,” ujar Budiamin.
Undarpass Simpang Sayang ini memiliki panjang mencapai 1,05 km, dengan panjang terowongan 110 meter dan lebar beton 20,6 meter. Untuk pembiayaannya, proyek ini dialokasikan multiyears dengan total dana Rp169,63 miliar.
Sementara Syahrul mengatakan, underpass merupakan rekayasa jalan yang diwujudkan sebagai bentuk komitmen bersama untuk pembangunan bangsa dan negara.
Dia menekankan, underpass Simpang Sayang merupakan terowongan bawah tanah atau tunel pertama yang ada dan dibangun di Kawasan Timur Indonesia.
Syahrul menambahkan, proyek underpass ini sangat penting perannya untuk melayani lalulintas regional maupun keluar masuk bandara yang terjadi lima kurun waktu terakhir.
“Kita semua menjadi saksi sejarah. Menjadi orang pertama yang melintas di underpass pertama di Indonesia Timur ini. Dengan ucapan Bismillahirahmanirahim, saya fungsikan underpass Simpang Lima Sayang ini,” tandasnya.
Tidak lama setelah diresmikan pengoperasiannya, para pengguna jalan langsung meramai-ramai melewati underpass. Bahkan ada diantaranya yang sengaja mengabadikannya dengan berswafoto di pinggir jalan. (rhm/rus)

Exit mobile version