MAKASSAR, BKM — Aksi mogok massal digelar awak mobil tangki (AMT) PT Pertamina, Senin (19/6). Ini sebagai bentuk protes kepada PT Pertamina Petra Niaga dan anak perusahaannya, PT Elnusa Petrofin yang dianggap tidak memenuhi hak para pekerja.
Koordinator aksi, Anwar Djamaluddin mengatakan, aksi mogok kerja massal ini dilakukan serentak se-Indonesia. Berlangsung mulai 19 hingga 26 Juni 2017 mendatang.
“Ada beberapa tuntutan kami. Salah satunya pekerjakan kembali kurang lebih 400 AMT yang di-PHK secara sepihak, baik di Depot Plumpang maupun depot-depot di daerah lain,” tuntut Anwar yang merupakan AMT dari PT Elnusa Petrofin, kemarin.
Selain itu, mereka juga menuntut perusahaan agar mengangkat semua kru AMT PT Elnusa dan PT Pertamina menjadi karyawan tetap. Hal ini sesuai nota pemeriksaan Sudinaker tanggal 26 September nomor: 4750/-1.838 yang sudah bekerja bertahun tahun.
Massa yang merupakan gabungan Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (SBTPI), FBTBI, dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia ini mengatakan aksi yang dilakukan ini serentak di 12 depot Pertamina.
“Estimasi massa kami khusus di Makassar itu ada 100 orang. Tapi sebagian AMT saat ini ke daerah dan masih perjalanan pulang,” kata dia di sekretariat organisasinya Jalan Sabutung.
Anwar mengatakan, mereka masih menunggu upaya mediasi antara serikat dengan perusahaan untuk membicarakan terkait permasalahan ini.
“Kita sudah berunding sebelumnya tapi tidak ada kejelasan. Opsi terakhir, ya mogok kerja nasional. Apalagi persoalan kita sama di semua daerah, baik itu Jakarta, Bandung maupun daerah lain. Permintaan kami sederhana, jalankan aturan sesuai UU Ketenagakerjaan. Setiap tahun kami dikontrak, padahal harusnya setiap pekerjaan pokok harus dikaryawankan,” bebernya.
Tuntutan serupa diserukan Ninis Arevni, salah satu srikandi AMT. Melakukan aksinya sejak kemarin, ia bertahan di sekretariat Jalan Sabutung.
”Saya akan bertahan. Banyak yang tidak datang di sekretariat. Kawan-kawan tidak masuk. Mereka mogok di rumah,” tandas Ninis.
Ada sejumlah persoalan yang disebutkan Ninis. Yakni masalah normatif upah lembur 8 jam kerja. Pembayaran pesangon lembur. Tuntutan membatalkan PHK sepihak sebanyak 400 orang. Masalah jaminan kesehatan (BPJS) yang tidak ditanggung.
”Keselamatan kami tidak terjamin. Saya bersama 140 orang yang mogok, tetap fokus tuntutan kita. Angkat semua AMT menjadi pekerja tetap di Pertamina Patra Niaga atau di Elnusa untuk Makasar. Pekerjakan dan batalkan PHK sepihak terhadap semua AMT. Bayarkan upah lembur atas kelebihan 8 jam kerja yang dijalani AMT dan bayarkan rapelan upah lembur,” tandas Ninis.
Tidak ada pergerakan massa dalam aksi mogok ini. Sebagian AMT bertahan di sekretariatnya yang berlokasi di samping kantor perusahaan.
Anwar dan rekannya sudah berusaha menemui pihak perusahaan. Namun tidak ada yang bersedia diajak berdialog.
Munculnya aksi mogok AMT di daerah ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap distribusi BBM dan non BBM ke masyarakat. Karena pihak Elnusa maupun Patra selaku mitra PT Pertamina sudah diminta untuk melakukan antisipasi terhadap adanya aksi demo dan mogok ini.
”Insya Allah distribusi tetap aman. Kami sudah minta ke Elnusa utk antisipasi dan memastikan pendistribusian tetap berjalan lancar dan aman,” kata Hermansyah Y Nasroen, Area Manager Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, ketika dikonfirmasi, kemarin.
Menurut Herman, panggilan akrab Hermansyah, aksi mogok ini terkait permasalahan internal perusahaan mitra. Khusus untuk wilayah Makassar, pengangkutan dan distribusi BBM ditangani Elnusa. Dan di beberapa tempat adalah Patra Niaga.
Tentang langkah antisipasi Pertamina jika aksi mogok ini terus berlanjut, Herman mengatakan, pihak Pertamina telah meminta kepada Elnusa untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar dan aman. (jun/rus/b)
AMT Mogok, Pertamina Antisipasi Distribusi BBM
