LUTIM, BKM — Dua fraksi di DPRD Luwu Timur mempertanyakan ketidakhadiran Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler pada rapat sidang Paripurna, Senin (19/6).
Dua fraksi tersebut yakni, Fraksi Partai Demokrat dan Gerindra. Sidang paripurna terkait laporan reses perseorangan ini hanya dihadiri Sekkab Bahri Suli.
“Rapat paripurna perlu dihadiri pimpinan eksekutif sehingga kalau Bupati tidak hadir paling tidak wakil. Mohon penjelasan tentang ketidakhadiran Bupati atau Wakil Bupati,” ungkap ketua Fraksi Demokrat, Herdinang.
Selain itu, anggota fraksi partai Gerindra, Sarkawi A Hamid juga mempertanyakan hal yang sama. Menurutnya, kejadian ini baru kali pertama terjadi.
“Ini mungkin hal yang baru sejak Luwu Timur ada 14 tahun lalu. Paling tidak kalau Bupati tidak ada maka wakil yang hadir,” jelas Hamid.
Untuk itu dewan mempertanyakan ketidakhadiran Bupati dan Wabup. “Bukan berarti kita tidak menghargai pak Sekkab tapi semestinya ada alasan yang bisa diterima,” ungkapnya.
Dihadapan para anggota dewan, Sekkab Bahri Suli mengaku hadir atas perintah bupati. Karena bupati sedang berada di Makassar.
“Soal Wabup bisa saja sedang ada agenda di Makassar yang juga dihadiri sehingga tidak hadir ,” jelas Sekkab. (alp/C)
Dewan Pertanyakan Ketidakhadiran Bupati
