MAKASSAR, BKM — Vika Cahya Ramadhan (23), warga Jalan Cendrawasih 45 D/75 datang melapor ke Polsek Bontoala. Ia mengadu telah menjadi korban penganiayaan disertai perampasan handphone.
Tindakan tak terpuji itu dilakukan seorang sopir mobil angkutan daring (dalam jaringan) bernama Firman. Peristiwa itu berlangsung di Jalan Gunung Latimojong, tepatnya di depan Toko Harapan, Senin sore (19/6).
Kepada polisi yang menerima laporannya, Cika menceritakan ikhawal kejadian yang dialaminya. Berawal ketika dirinya memesan layanan melalui salah satu operator taksi daring. Ia berangkat dari Jalan Gunung Bawakaraeng dan hendak menuju ke Jalan Sabutung Baru (galangan kapal).
”Awalnya saya pesan taksi online. Rencana mau ke rumah keluarga di Jalan Sabutung Baru. Tidak lama kemudian datanglah mobil yang saya pesan. Sopirnya seorang pria. Di tengah perjalanan, sopir hendak menurunkan saya. Tapi saya menolak, karena belum sampai tujuan. Dia marah-marah dan merampas HP saya,” terang Vika.
Diperlakukan kasar oleh pelaku, korban akhirnya membatalkan tumpangannya sebelum sampai ke tujuan. Vika turun di Jalan Gunung Latimojong. Begitu turun, pelaku menarik Vika lalu memukuli pundaknya di sebelah kanan.
Beruntung, korban mengetahui identitas kendaraan yang dikemudikan Firman. ”Mobilnya merek Ayla. Nomor polisinya DD 1008 MJ. Saya tahu, karena waktu dipesan langsung tampil secara online. Begitupun dengan sopir yang mengemudikannya,” jelas Vika lagi.
Brigpol Saiful Alam, petugas Polsek Bontoala yang menerima laporan korban, mengaku masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Pihaknya juga sudah melayangkan pemanggilan, namun Firman tak juga datang.
”Sudah beberapa kali dihubungi melalui HPnya. Tapi dia tak kooperatif dan mengabaikan panggilan,” kata Saiful Alam.
Karena pelaku tak juga memenuhi panggilan polisi, korban kemudian berinisiatif memposting foto sopir taksi daring itu di sebuah grup medsos. Vika mempertanyakan keberadaan sopir yang telah dilaporkannya. Ternyata postingan itu banyak mendapat komentar dari warganet.
Belakangan terungkap bukan hanya Vika yang jadi korban. Melainkan ada lima orang lainnya yang lebih dulu menjadi korban.
Ketika ramai dikomentari oleh warganet, Saiful kemudian mengarahkan para korban untuk melaporkannya ke pihak kepolisian wilayah tempat aksi pelaku melakukan kekerasan terhadap penumpangnya.
“Ternyata ada lima korban selain Vika. Itu kami ketahui saat foto pelaku diposting oleh korban lalu dikomentari oleh netizen. Saya kemudian mengarahkan kelima korbannya itu untuk melaporkannya. Saya sendiri yang menangani laporan Vika memanggil kelima orang tersebut untuk jadi saksi atas perbuatan pelaku,” terang Saiful. (ish/rus)
Sopir Taksi Daring Aniaya dan Rampas HP Penumpang
