Site icon Berita Kota Makassar

BBPJN Belum Pastikan Penutupan Underpass

MAKASSAR, BKM — Underpass Simpang Sayang mulai diujicoba penggunaannya pada H-7 Lebaran Idul Fitri. Alasannya, agar tidak terjadi kemacetan di kawasan tersebut karena banyak masyarakat yang akan mudik ke kampung halamannya.
Berdasarkan rencana, uji coba itu berlaku selama 14 hari atau hingga H+7 lebaran. Artinya, underpass kembali akan ditutup hari ini, Senin (3/7) agar para pekerja bisa melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa.
Namun, ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Metropolitan, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Amin Hamid, dikatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah underpass akan ditutup.
“Kita lihat dulu kondisi jalanannya. Siapa tahu masih padat kendaraan di sana, karena masih banyak arus balik,” ujarnya kepada BKM, Minggu (2/7).
Dia melanjutkan, pihaknya juga akan menggelar rapat untuk mengevaluasi sejauh mana efektifitas pembukaan underpass tersebut.
Jika memang memungkinkan pekerjaan tetap berjalan tanpa menutup terowongan tersebut, bisa jadi underpass tetap terus dibuka dan dilalui pengendara.
“Kami akan evaluasi dulu. Akan dirapatkan. Apakah akan ditutup dulu atau tetap dibuka. Itu akan kita bicarakan. Apakah akan dipasangkan rambu-rambu atau bagaimana. Besok (hari ini) kita akan lihat kondisinya,” terang Amin.
Underpass Simpang Sayang tersebut diujicoba langsung oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada Minggu (18/6). Penggunaan underpass simpang lima Tol-Mandai ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Underpass simpang lima itu memang sengaja dikebut pengerjaannya agar bisa dilalui para pemudik pada H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri.
Menurut Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Balai Besar Jalan Nasional Wilayah XIII Makassar, Budiamin, progres jalan bawah tanah itu sudah rampung sekitar 96 persen. Ditargetkan keseluruhan pekerjaan bisa diselesaikan 11 Juli 2017 mendatang.
Undarpass Simpang Sayang ini memiliki panjang mencapai 1,05 km, dengan panjang terowongan 110 meter dan lebar beton 20,6 meter.
Syahrul mengatakan, underpass merupakan rekayasa jalan yang diwujudkan sebagai bentuk komitmen bersama untuk pembangunan bangsa dan negara.
Dia menekankan Underpass Simpang Sayang merupakan terowongan bawah tanah atau tunel pertama yang ada dan dibangun di Kawasan Timur Indonesia.
Jalan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan simpang lima Tol-Mandai yang sudah sangat parah dan berlangsung selama lima tahun terakhir.
Selama arus mudik dan balik lebaran, underpass ini mampu menekan terjadinya kemacetan yang kerap terjadi. Tak ada lagi keluhan dari pengendara yang mesti antre berjam-jam lamanya di ruas jalan tersebut.
(rhm/rus)

Exit mobile version