GOWA, BKM — H+7 usai lebaran Idul Fitri 1438 H, tepatnya pada Minggu (2/7), hampir seluruh tempat wisata menjadi sasaran pengunjung untuk menghabiskan masa liburan. Salah satu tempat wisata kuliner yang paling digemari wisatawan domestik di Kabupaten Gowa dan sekitarnya adalah kawasan lesehan Beroangin di tepi waduk Bilibili.
Kawasan wisata kuliner ikan tawar jenis Nila ini menjadi sasaran kunjungan. Selama tujuh hari pasca lebaran Idul Fitri, lesehan Bilbili yang dihuni puluhan warung lesehan itu dipadati pengunjung hingga Minggu kemarin.
H Rusli Husain, salah seorang pengunjung ditemui di sela santainya menikmati makanan di lesehan Riri Dg Makka, mengatakan, selama beberapa hari pascamelakukan kunjungan silaturahmi ke sanak keluarga usai lebaran, ia bersama rekan-rekannya menyempatkan diri bersantai dan makan siang di lesehan Bilibili tersebut.
Hal senada dikatakan Mariani Dg Puji, warga Samaya, Kecamatan Bontomarannu. Keberadaannya di kawasan wisata Bilibili merupakan kegiatan santainya setiap kali liburan tiba. ”Syukur Alhamdulillah kita di Gowa memiliki kawasan wisata kuliner ini. Suasananya adem dan nikmat masakannya,” kata Mariani Dg Puji.
Kunjungan wisatawan pasca lebaran menurut Riri Dg Makka, salah seorang pemilik lesehan di Bilibili setiap hari cukup tinggi. Saking padatnya, kerap pengunjung antre menunggu penikmat lain selesai barulah kemudian pengunjung lain masuk reservasi tempat.
Hal senada dikatakan Muh Rais Patta, pemilik lesehan Rais. Dikatakan Rais, warga yang dipekerjakan di lesehannya nyaris tanpa henti melayani pengunjung yang datang dengan jumlah di atas rata-rata 19 orang per rombongan pengunjung.
Selain lesehan, sasaran warga menikmati masa liburan lebaran adalah waduk Bilibili. Warga yang balik dari kota Malino menuju Sungguminasa maupun yang bergerak dari Sungguminasa ke Malino mampir untuk melihat secara dekat kondisi waduk Bilibili yang berpanorama indah di sore hari.
Kepadatan pengunjung juga tampak di kota sejuk Malino, Kecamatan Tinggimoncong. Tempat-tempat wisata di kota Malino diserbu pengunjung. Hutan pinus, air terjun Takapala, dan air terjun Ketemu Jodoh serta permandian kolam embun pagi dipadati pengunjung.
Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz, kepada BKM, mengatakan, hari Minggu merupakan puncak wisata di Malino. Ini disebabkan merupakan hari terakhir masa liburan pascalebaran Idul Fitri. Warga Tinggimoncong pun menyambut antusias apalagi Malino kini tengah dipersiapkan untuk launching wisata Beautiful Malino yang akan dihelat 14-15 Juli mendatang.
”Kami bersama warga Malino dan sekitarnya tengah berbenah untuk persiapan Beautiful Malino yang akan menjadi destinasi wisata nasional… semoga,” kata Andry Mauritz. (sar/mir)