SOPPENG, BKM — Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kabupaten Soppeng yang bertugas di Permandian Air Panas Alam Lejja mengancam melakukan mogok kerja. Ancaman mogok petugas mengaku kesal karena tak diberi jatah makan.
Koordinator lapangan Satpol PP Amiruddin saat mendatangi Kabid Pekembangan Prawisata Kabupaten Soppeng Nely di loket penjualan karcis Senin, (26/6) menegaskan pihaknya menolak menjalankan tugas jika sikap pengelola tak memperhatikan kesejahteraan mereka.
“Sudah jam dua lewat masa kami tidak diberi makanan. Kita ini juga manusia,” tegas Amiruddin saat menemui Nely sambil melihat jam tangannya.
menurut Amiruddin, sesuai hasil rapat pihak pengelola Prawisata dengan semua unsur terkait bahwa Satpol PP yang bertugas selain mendapat biaya transport Rp 100.000 kepada setiap petugas yang berjaga, juga tetap mendapatkan jatah makan siang.
“Mohon maaf, bukan kami mau bekerja ketika ada makan, tapi itu sesuai hasil rapat. Jika kami tak dikasih komsumsi hari ini besok kami tidak akan bertugas lagi,” tandas Amiruddin.
Amiruddin menambahkan ada enam anggota Satpol yang ditugaskan di kawasan wisata tersebut setiap hari.
Sementara itu Kabid Pengembangan Pariwisata Kabupaten Soppeng Nely yang hendak dikonfirmasi menolak memberikan keterangan. Saat didatangi BKM Nely lansung berdiri dan lari keluar loket.
Sementara Koordinator UPT Air Panas Lejja Dharman Yusuf mengakui ini hanya soal miskomunikasi saja.
”Tadi itu tidak disediakan makan siang karena dikira sudah ada siapkan. Karena kami juga tidak bisa mengambil keputusan kalau tidak ada perintah dari atasan,” tandas Dharman (ono/C)