SOPPENG, BKM — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Akkampeng, Desa Maccile, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Sanak keluarga yang datang silih berganti, Minggu (2/7) tak kuasa membendung air mata kesedihannya.
Bagaimana tidak, sepasang suami istri yang merantau ke Balikpapan, pulang tinggal nama. H Bahri alias Bete (53) bersama istrinya, Hj Tasnani alias Hasse (52) dipulangkan dari perantauan dalam kondisi tak bernyawa.
Jenazahnya diterbangkan dengan pesawat udara dari Balikpapan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu dinihari (2/7) pukul 01.00 Wita. Pasutri yang sudah 10 tahun lebih bermukim di tanah rantau ini telah terbilang sukses. H Bahri dikenal sebagai pengusaha angkutan dan bengkel.
Mayat keduanya ditemukan dalam kondisi memilukan di kediamannya Jalan Cipto Mangungkusuomo RT 9 Sengkotek, Kecamatan Lojanan Ilir, Kalimantan Timur pada hari Jumat (31/6) pukul 16.00 Wita. Adalah karyawannya sendiri yang mendapati tubuh majikannya yang sudah tak bernyawa. Terdapat luka menganga di bagian leher keduanya. Kuat dugaan mereka dibunuh secara sadis.
Darwis, salah seorang kerabat yang juga teman dekat korban saat masih tinggal di kampung, mengatakan kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Termasuk motifnya sehingga suami istri ini dibunuh.
”Dulu waktu sebelum merantau, korban menjalankan usaha angkutan dan bengkel. Itu juga yang dilakukannya di Balikpapan. Sudah sepuluh tahun dia jadi juragan angkot di sana,” terang Darwis, kemarin.
Darwis bersama keluarga lainnya berharap pihak kepolisian dapat mengungkap siapa pelaku pembunuhan dan apa motifnya. Dia meyakini, dengan profesionalismenya, polisi bisa mengungkap kasus ini dalam waktu cepat.
Jenazah kedua korban telah dimakamkan di pekuburan keluarga Akkampeng, Minggu (2/7) pukul 11.00 Wita. (fir/rus/c)
Suami Istri Perantau Asal Soppeng Diduga Dibunuh
