MAKASSAR, BKM — Bakal calon gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo rencananya akan mengumumkan pasangannya pada pertengahan bulan Juli ini. Siapa yang lebih berpeluang menjadi pendampingnya. Apalah Bupati Sidrap Rusdi Masse, ataukah Bupati Luwu Andi Mudzakkar.
Untuk menjawabnya, masih perlu dibuktikan dengan hasil survei di sejumlah daerah yang meliputi Luwu Raya, Toraja dan Toraja Utara serta sebagian wilayah yang ada di Kota Makassar.
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif menegaskan, apapun yang menjadi keputusan nantinya, itulah yang terbaik. “Saya yakin keputusan yang muncul adalah yang terbaik,” ujar Syaharuddin yang juga Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel, Senin (3/7).
Baik RMS maupun Cakka –panggilan akrab Andi Mudzakkar– juga sudah sering bertemu. Bahkan keduanya sepakat menunggu hasil survei. “Kita tunggu hasil survei,” ujar RMS singkat.
Hal sama dikemukakan Cakka. Dirinya juga masih menunggu hasil survei.
Pengamat politik dari Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto memiliki pertimbangan tersendiri terhadap peluang RMS dan Cakka mendampingi IYL. Ia menganggap bahwa kedua tokoh ini punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing.
Hanya saja, dari kedua calon tersebut, ada diantaranya masih berpikir untuk bersatu dan menjadi partner di pilgub nantinya. “Memang sudah ada yang siap untuk fight dengan Ichsan, dan ada juga yang masih ragu. Saya lihat Pak Cakka lebih dibanding dengan RMS,” ucap Luhur ketika dihubungi, Senin (3/6).
Hal ini, kata dia, disebabkan oleh sosok Cakka yang sepertinya relatif lebih siap untuk posisi wakil dan fokus untuk running di pilgub. Cakka merupakan politisi yang berpengalaman dan punya basis pemilih. Dengan tampilnya Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, maka Cakka bisa jadi faktor diferensiasi strategi untuk membendung anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu di Luwu Raya.
“Pak Cakka juga masih punya kekuatan di struktur Golkar dan memiliki hubungan baik dengan beberapa kepala daerah,” bebernya.
Tak hanya itu, status Cakka sekarang masih Bupati Luwu dan ketua DPD II Golkar Luwu. Modal infrastruktur birokrasi dan partai politik yang khas incumbent dipunyai Cakka. Di sisi lain, suara pemilih tradisional trah Qahhar Mudzakkar yang lepas dari pasangan NH-AQM (Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar), bisa direbut Cakka.
Sementara RMS, sebagai ketua DPW Partai Nasdem memiliki trend popularitas dan elektabilitas yang terus meningkat. Hanya saja, RMS bersama Nasdem sepertinya masih penasaran mengalahkan dominasi Golkar di semua langgam pilkada Sulsel.
“Terlebih kalau ibu Fatmawati Rusdi dan Taqiuddin Masse juga maju berkompetisi di pilbup Sidrap dan Sinjai. Sepertinya RMS, lebih pas di posisi sebagai king maker,” imbuhnya.
Sosok RMS berpotensi menjadi patron baru dalam jagad politik Sulsel, dengan syaratnya adalah dengan sukses menjadikan istrinya, Fatmawati dan saudaranya, Taqiuddin Masse menjadi pemenang di kontestasi pilkada Sidrap dan Sinjai.
“Syarat lainnya adalah RMS berani melepaskan diri dari patronase klan politik tertentu. Artinya, RMS cukup menjadi king maker dan tidak menjadi pendamping IYL dalam pertarungan pilgub,” sarannya.
Kalau RMS terlibat secara langsung di semua arena kontestasi, terangnya, maka berpotensi tidak all-out dan fokus di semua langgam kompetisi. Sebuah bibit klan politik baru akan hilang, jikalau ada anggota klan gagal di suatu kompetisi. (ita/rus)
Cakka Lebih Berpeluang Dampingi IYL
