WAJO, BKM — Banjir yang merendam sejumlah bangunan sekolah di kabupaten wajo tak membuat murid putus asa menjalani proses belajar mengajar. Di SDN 295 Lampulung, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo misalnya.
Anak didik di sekolah ini terpaksa menjalani proses belajar mengajar dibawah tenda pengunsian yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo.
Kepsek SDN 295 Lampulung, Rosmini mengaku proses belajar mengajar dilaksanakan di bawah tenda darurat dikarenakan bangunan SDN 295 masih digenangi banjir yang mencapai kuranglebih dua meter.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo, Jasman Juanda, Rabu (5/7) mengaku sejumlah sekolah masih menggunakan tenda darurat untuk proses belajar mengajar. ” Iya ndi, sejumlah sekolah masih menggunakan tenda darurat untuk melakukan proses belajar mengajar,” ujar Jasman.
Saat ini, pihak sekolah terus melakukan pembersihan disekolah. hal itu guna agar para siswa cepat kembali di sekolah masing-masing.
Selain itu masih ada sekolah yang parah. Didalam kelas kondisi banjir mencapai kurang lebih 5 meter. Seperti sekolah di Sabbangparu, Tempe dan Belawa.
Menurut Jasman, pembenahan di sekolah setelah direndam banjir cukup memerlukan waktu. “Pembenahan di sekolah cukup memakan waktu. Karena lumpur yang melengket di kursi lama untuk dibersihkan,” jelasnya. ( ady/C)
Murid SD 295 Belajar di Tenda Darurat
