Site icon Berita Kota Makassar

Pilgub Sulsel Juga Berbau Pilpres

MAKASSAR, BKM–Pemilihan gubernur Sulsel 27 Juni 2018 yang pelaksnaannya tak begitu jauh dari jadwal pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tentu setidaknya menjadi ajang untuk membangun pondasi yang dilakukan setiap bakal calon presiden.
Untuk itu, Pilgub Sulsel juga dapat disebut punya hubungan dengan Pilpres, sehingga elit partai politik tentu akan mengelus jago sebagai langkah awal untuk menggalang dukungan.
Sebut saja Presiden Joko Widodo, Ketua umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subinato serta ketua umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa jadi merekomendasikan calon gubernur bila ada komitmen untuk menggalang dukungan kepadanya atau untuk partainya.
Tak hanya itu, dalam sejumlah diskusi politik dibeberapa warung kopi muncul analisasi jika Prabowo dan SBY dapat bersatu mengusung calon gubernur untuk melawan calon gubernur yang diarahkan pihak istana. Pengamat politik Dr Hidayat Nahwi Rasul mengakui peluang tersebut ada. “Ya mungkin saja karna pada seorang Prabowo dan SBY sebenarnya memiliki visi yang sama dalam membangun Indonesia ke depan dan juga dalam menghadapi fenomena nasional dan global saat ini. Sehingga tidak menutup kemungkinan kedua tokoh tersebut bersinergi sampai pada konstalasi politik nasional maupun lokal dan regional,”ujar Hidayat, Rabu (5/7).
Hal senada dilontarkan dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad bahwa untuk sementara ini, kemungkinan itu tetap ada tapi masih kecil karena belum ada indikasi kuat ke arah koalisi SBY dan Prabowo. “Kemungkinannya sangat kecil, sebab belum ada indikasi kuat kearah koalisi SBY dan Prabowo,”ujar Firdaus.
Sementara itu, dosen politik Unibos Dr Arief Wicaksono juga mengakui jika kemungkinan tersebut ada meski skalanya kecil. “Kemungkinan seperti itu saat ini agak kecil, mengingat hubungan politik SBY dan Prabowo belum pulih dalam konteks politik nasional. Apalagi Jokowipun telah dianggap “memotong” manuver politik SBY dengan datang ke Hambalang, di markas Prabowo saat pra dan pasca Pilgub DKI,”ujar Arief.
Arief menilai memang tidak ada korelasi secara langsung antara peta perpolitikan nasional dengan lokal, tetapi bisa jadi calon gubernur dukungan istana di Sulsel, hanya akan mendapatkan salah satu partai saja, apakah itu partainya SBY atau partainya Prabowo.
Hingga saat ini empat pasangan calon semakin menguat akan ikut bertarung di Pilgub Sulsel 27 Juni 2018 mendatang masing-masing Nurdin Abdullah-Taribali Lamo, Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar serta Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham. (rif)

Exit mobile version