Site icon Berita Kota Makassar

Ada Kran Air Langsung Minum hingga Kursi Roda Disabilitas

TAK mau kalah dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar juga berbenah dan bersolek diri. Selain melakukan perluasan areal pelabuhan dengan membangun Makassar New Port (MNP), berbagai fasilitas di pelabuhan terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu terus dilengkapi.

Laporan: Rahmawati Amri

DI era kekinian yang kian maju dan modern, manajemen Pelabuhan Makassar sangat sadar jika pelayanan dalam bentuk fasilitas harus terus ditingkatkan agar bisa semakin kompetitif.
Jika kita berjalan-jalan ke area khusus untuk penumpang kapal laut, kondisi yang berbeda dengan beberapa tahun lalu akan ditemukan. Jika dulunya tampak kumuh dan jorok, kini telah jauh tertata baik. Persoalan keamanan juga menjadi perhatian pihak pengelola.
Khusus untuk calon penumpang kapal, otoritas pelabuhan tidak hanya menyiapkan fasilitas inti seperti musallah dan ruang tunggu yang nyaman di terminal penumpang. Tapi juga kamar kecil alias toilet dijaga kebersihannya.
Sejumlah fasilitas tambahan yang bisa membuat para penumpang betah berjam-jam menunggu kedatangan kapal, juga disiapkan untuk memanjakan mereka.
Menurut General Manajer PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru, pihaknya juga menyiapkan ruang menyusui, kipas angin khusus, AC di ruang tunggu terminal penumpang di lantai satu dan dua. Termasuk ruang kesehatan.
Selain itu, tersedia pula tempat chas telepon genggam. Bahkan kran yang airnya bisa langsung diminum. Kursi roda untuk penyandang disabilitas juga tersedia.
Selain kenyamanan, keamanan pelabuhan juga semakin diperketat. Sering terdengar terjadi aksi copet di pelabuhan, khususnya pada saat berlangsung kepadatan naik dan turun penumpang. Namun sekarang, peristiwa kriminal tersebut berhasil dikurangi.
Telah dijalin kerja sama dengan aparat keamanan, baik dari security internal Pelindo IV, Polres Pelabuhan, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) serta Lantamal dan K9 Polda Sulsel. Juga sudah dimiliki memiliki alat keamanan, seperti metal detector.
Pihak Pelindo tidak lagi membiarkan penumpang bertumpuk di ruang tunggu. Secara tegas diatur, hanya penumpang yang ingin berangkat saja yang dipersilahkan masuk ke ruang tunggu yang sudah difasilitasi.
Selain itu, keamanan di Pelabuhan Makassar juga didukung kamera CCTV yang siap memonitoring semua pergerakan penumpang, dari mulai pintu masuk pelabuhan hingga naik ke kapal.
“Terminal penumpang yang tersedia sudah standar internasional, yang telah dilengkapi antara lain dengan garbarata atau jembatan penghubung dari ruang tunggu terminal penumpang ke pintu masuk kapal,” ujar Aris.
Juga telah tersedia travelator, connecting bridge, serta fasilitas lain untuk kenyamanan penumpang di terminal yang siap menampung hingga 4.000 orang.
Selain melakukan penataan arus penumpang embarkasi (keberangkatan) dan debarkasi (kedatangan), Pelindo IV juga menata pedagang kaki lima (PK5) di area Pelabuhan Makassar, pemasangan CCTV sebanyak sembilan titik di sisi dermaga, 18 titik di terminal penumpang lantai satu dan dua, serta 16 titik di area PK5. Tidak ada ada lagi pedagang asongan yang berkeliaran di area dermaga dan terminal penumpang, sehingga kenyamanan dan keamanan penumpang kini lebih terjamin. (*/rus)

Exit mobile version