TAKALAR, BKM — Tiga elemen masyarakat berbeda panji secara bersamaan turun ke jalan. Mereka menuntut agar eksploitasi tambang pasir laut di perairan Gelesong dan Sanrobone yang dilaksanakan PT Yasmin, segera dihentikan.
Karena menurut ketiga elemen masyarakat tersebut, aktivitas tambang pasir laut sangat merugikan masyarakat pesisir dan nelayan. ”Aksi ini kami tempuh agar aktivitas tambang pasir laut di Galesong dan Sanrobone segera dihentikan. Untuk itu, kami mendesak DPRD Takalar untuk segera membuat rekomendasi agar mencabut izin tambang yang terus berpolemik selama ini. Karena dengan keberadaan tambang pasir laut tersebut masyarakat resah dan tentu akan menyengsarakan masyarakat,” jelas Jenderal Lapangan Hipermata, Sukirman Cuplis, Kamis (6/7).
Sementara, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar, Fadli Akbar, mendesak pula kepada pihak terkait untuk segera menghentikan dan memboikot proses tambang pasir laut yang telah sekian waktu beroperasi.
”Pemerintah harus segera menghentikan dan memboikot proses tambang pasir laut dan mendesak pemerintah agar seluruh stakeholder dihadirkan dan mempertanggungjawabkan aktivitas tambang ini,” kata Fadli Akbar, kemarin.
Gelombang massa yang berunjuk rasa didepan kantor Bupati Takalar hingga berlanjut ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar mendapat pengawalan ketat pihak Kepolisian Resort Takalar hingga para demonstran membubarkan diri dengan tertib.
Ketiga elemen masyarakat yang turun ke jalan menuntut pelarangan tambang pasir laut, yakni Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Takalar (Hipermata), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar dan aliansi masyarakat kepulauan Tanakeke. (ira/mir/b)
Tiga Elemen Demo Tolak Tambang Pasir Laut Galesong
