Site icon Berita Kota Makassar

Warga Bua Tewas Digilas Bus

LUWU, BKM — Warga Kecamatan Bua, Mustafa (76) tewas mengenaskan akibat lakalantas di Trans Larelare, Kecamatan Bua sekitar pukul 05.30 Wita, Kamis (6/7) pagi.

“Korban meninggal di lokasi kejadian. Korban pulang shalat subuh dari masjid dan hendak kembali ke rumahnya sambil nyeberang jalan.
Infonya ada yang panggil. Almarhum tertabrak di atas badan jalan sehingga sopir tidak bisa menghindar. Diduga korban mengira bus masih jauh,” jelas Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Suhermanto kemarin.
Menurut Suhermanto, korban diduga diserempet karena kaki kirinya yang remuk. Tubuh masih utuh. Korban diduga kehabisan darah sehingga meninggal di lokasi kejadian.
“Sopir Bus Alam Indah trayek Makassar-Mangkutana Domeng (55) dan kernetnya sudah diamankan di Mapolsek Bua. Sementara barang bukti diamankan di Mapolres Luwu,” jelas Kasat.
Menurut Kasat bersyukur pihaknya cepat ke TKP dan langsung ke rumah duka bersama Kades untuk menenangkan keluarga korban agar tidak ada kejadian lain yang tidak diinginkan. ”Intinya, sopir bus tetap kami proses sesuai prosedur hukum yang ada,” tandasnya.
Ditambahkan Kasat cuaca ekstrim ditambah kondisi bahu jalan yang mulai rusak sangat rentan menimbulkan kecelakaan lalulintas bagi para pengguna jalan. Dampaknya tak hanya merugikan, tapi bisa sampai pada keselamatan jiwa. Termasuk di sepanjang Trans Sulawesi Kabupaten Luwu-Kota Palopo.
Kasat Lantas mengakui banyak hal yang bisa menjadi penyebab timbulnya kecelakaan di jalan raya.
Bukan hanya kondisi jalan, tapi juga faktor kurang kewaspadaan. Baik itu pengendaran kendaraan bermotor, pesepeda maupun pejalan kaki.
“Sepanjang semester awal 2017 ini sudah ada 143 kejadian. Yang meninggal dunia 11 korban. Untuk itu, kami imbau ke pengendara roda dua atau roda empat dan selebih, pesepeda, dan pejalan kaki agar lebih berhati-hati saat di jalan raya. Khususnya kurangi kecepatan saat berkendara. Apalagi cuaca sekarang cukup ekstrim sehingga jalan menjadi licin. Ditambah permukaan jalan juga bergelombang, berlubang dan sempit. Selain itu juga perhatikan rambu-rambu lalulintas,” imbau Suhermanto. (wan/C)

Exit mobile version