PANGKEP, BKM — Duka mendalam masih menyelimuti tiga keluarga korban tenggelam jolloro di perairan Pulau Salebbo-Samatellu, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Rabu (5/7) lalu. Meski istri, anak serta saudaranya yang tewas dalam kecelakaan laut ini sudah dikuburkan, Kamis (6/7) di Pangkajene dan Parenreng, Kecamatan Segeri, namun mereka masih menunggu ditemukannya orang-orang yang dicintainya.
Amirullah yang ditemui di rumah duka di Jalan Flamboyan sebelum jenazah istrinya, Ramlah dan putrinya dimakamkan, dengan wajah sedih ia berusaha untuk tetap tegar. Dia berharap putra ketiganya, Muliansar yang hingga Jumat (7/7) belum juga ditemukan, bisa segera didapat oleh tim pencari.
“Saya sudah pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT. Ini sudah menjadi ketentuan-Nya,” ujar Amirullah dengan nada sedih.
Amirullah membantah jika jolloro yang ditumpanginya bersama keluarga kelebihan muatan. ”Yang saya saksikan, dari depan ada gelombang tinggi yang disertai sulili (arus air laut yang berputar). Ini yang tidak bisa dihindari juru mudi jolloro. Semestinya menghindari arus itu. Beberapa kali saya sampaikan, tapi dia tetap melawan arus,” ujarnya.
Namun, tambahnya, semua telah terjadi. Istri dan anak perempuannya meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Sementara seorang anak laki-lakinya belum ditemukan.
Tetangga Ruskiman bernama Andi Bangsawan yang sudah menganggap keluarga korban sebagai bagian dari keluarganya, sangat berharap tim Basarnas secepatnya bisa menemukan korban yang masih dinyatakan hilang. Terutama anak Ruskiman bernama Haikal (9).
Masih selalu terbayang di wajahnya tentang sosok Haikal. Karena setiap pulang sekolah, Haikal biasa dia main di rumah Bangsawan. ”Haikal itu jago tennis meja. Mungkin ikut bakat bapaknya yang pelatih tenis meja. Mudah-mudahan bisa ditemukan. Apalagi ibunya, Hasmawati dan kakaknya, Fausiah sudah meninggal dunia dalam peristiwa ini,” kata Bangsawan dengan mata berkaca -kaca.
Kesedihan mendalam juga dirasakan Yulsanti (20). Ia datang ke dermaga Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, kemarin. Ia masih terus menunggu ditemukannya sang suami, Abd Rahman yang masih hilang pascakejadian.
“Saya bersama keluarga terus menanti dan berharap suamiku bisa ditemukan,” kata Yulsanti dengan nada sedih. Wanita berhijab yang tinggal di Kampung Parenreng, Kecamatan Segeri ini tengah mengandung anak pertamanya. Usia kandungannya sudah delapan bulan.
Hingga kemarin, tim Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan. Kepala Kantor SAR Makassar, Amiruddin mengatakan, pihaknya masih mencari korban dengan menyisir wilayah perairan di sekitar laut tempat kejadian.
”Wilayah pencarian telah diperluas ke perairan lain di wilayah Kepulauan Pangkep. Upaya pencarian akan dilakukan selama satu minggu,” ujar Amiruddin.
Disebutkan Amiruddin, ada 21 tim yang terlibat dalam pencarian. Selain Basarnas, ada juga dukungan dari SAR umum, BPBD Pangkep, SAR Antariksa, SAR 45 Unibos, Syahbandar Biringkassi, KPA Pekar, Damkar Pangkep, Polres Pangkep, Polair Pangkep.
Ada juga Tim DVI Polda Sulsel, Tagana Pangkep, Kodim 1421, SAR Pinrang, KRI Birang AL, KPA Metamorfosis, Polairud, TNI AL, Paramotor TNI AU, POSSI Pangkep dan KPA Pelita Romang. Bahkan, Tim Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulsel yang dipimpin Mayor Tek Supardi ikut juga menurunkan alat terbang rendah.
“Selain itu, Basarnas juga menggunakan alat pesawat tanpa awak (drone),” terang Amiruddin.
Amiruddin menambahkan, dirinya baru saja menerima arahan dari Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono bersama Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Wabup Syahban Sammana, sejumlah perwira Polda Sulsel, wakapolres dan beberapa pejabat lainnya.
”Kapolda meminta kami untuk kompak dan bekerja bersama seluruh tim pencari korban tenggelam dari jolloro ini. Hari ini (kemarin) kita memanfaatkan alat paramotor untuk memantau dari udara beberapa titik wilayah perairan di sekitar lokasi tenggelamnya jolloro. Saya luruskan, korban tewas dalam kecelakaan laut ini sebanyak lima orang,” jelas Amiruddin. (udi/rus/b)
Ibu Hamil 8 Bulan Menunggu Suaminya Ditemukan
