MAKASSAR, BKM — Citra kepolisian lagi-lagi tercoreng. Seorang oknum anggotanya diamankan karena bersama kawanannya membobol counter handphone (HP).
Ginanjar Priyo Atmodji alias Anjar (34) nama anggota polri itu. Ia diamankan, Jumat dinihari (7/7) pukul 01.40 Wita. Setelah menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar, ia dibawa Resmob Polres Soppeng yang dipimpin Aiptu Asdar.
Sebelumnya, Anjar bersama kelompoknya terlibat kasus pencurian di wilayah hukum Polres Soppeng. Tepatnya di Cabbengnge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.
Warga Jalan Rajawali I Lorong 13, Kelurahan Panambungang, Kecamatan Mariso itu terlibat dalam aksi pencurian pada hari Senin (22/5) lalu di Cabbengnge. Pelaku berhasil membawa harta korban bernama Yanis Putra Sanjaya. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp130 juta.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan penangkapan oknum polisi tersebut, ketika dikonfirmasi kemarin. Anjar yang berpangkat aiptu diamankan tim Polres Soppeng setelah menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar.
“Oknum anggota itu menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar. Dalam catatan Polres Soppeng, dia terduga terlibat dalam aksi pencurian bersama kawanannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia kemudian menyerahkan diri pada hari Kamis (6/7) pukul 16.00 Wita. Ditemani oleh keluarganya bersama Kanit Provost Polsek Mamajang,” terang Dicky.
Sesaat setelah penyerahan diri Anjar, pihak Polrestabes Makassar kemudian berkoordinasi dengan Polres Soppeng. Anjar yang terakhir bertugas di Satuan Sabhara Polsek Mamajang lalu dijemput untuk kemudian dibawa ke Mapolres Soppeng guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Soppeng, AKBP Indra Lufrianto yang dikonfirmasi, membenarkan adanya oknum polisi asal Makassar yang diamankan pihaknya. Kata dia, oknum tersebut masih dalam pemeriksaan.
”Penyidik masih melakukan pemeriksaan terkait kasus pencurian. Berdasarkan laporan korban, oknum itu membawa kabur puluhan handphone saat membobol counter,” terang Indra.
Berbagai merek HP meraka gasak. Masing-masing HP Samsung 26 unit, HP Stewberry 22 unit, Nokia 30 unit, VIVO lima unit, Mito empat unit, Andromax enam unit dan laptop.
Kapolres menjelaskan, keterlibatan Anjar dalam kasus ini berawal setelah pihaknya terlebih dahulu mengamankan seorang rekannya bernama Iwan.
”Dari keterangan Iwan inilah diketahui jika oknum polisi tersebut terlibat,” jelas Indra. (ish/rus)
Oknum Polisi dan Kawanannya Bobol Counter HP
