BONE, BKM–Dua bakal calon Gubernur Sulsel yakni HAM Nurdin Halid (NH) serta Ichsan Yasin Limpo memiliki agenda yang berbeda. NH tampil berbicara terkait pelayanan penduidikan dan kesehatan ketika menghadiri undangan Halal bi Halal warga Kabupaten Bone bagian barat di Kecamatan Bengo, Minggu (9/7).
Pada kesempatan itu, NH yang berpasangan dengan Abd Aziz Qahhar Mudzakkar menyampaikan bahwa dirinya maju sebagai calon gubernur bukan bermaksud untuk berkuasa, melainkan datang untuk memperbaiki layanan dasar warga masyarakat yang ada. Salah satunya adalah layanan pendidikan gratis yang belum menyentuh masyarakat secara luas. “Saya datang untuk mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat, bukan untuk berkuasa. Tugas saya nanti memberi dan memperbaiki pelayanan pendidikan. Itu sebabnya, urusan perlengkapan sekolah adalah tanggung jawab saya, bukan tanggung jawab orangtua murid,” tandasnya disambut aplaus seluruh hadirin.
Selain itu, NH juga menyatakan, jika dipercaya memimpin Sulsel, dirinya bersama Aziz siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. “Apa itu? Saya akan hadirkan puskesmas bertaraf rumah sakit rawat inap di setiap kecamatan di seluruh Sulsel, termasuk di sini (Bone),” jelasnya.
NH disambut Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi, Wbup Ambo Dalle serta legislator Bone juga hadir berbaur bersama masyarakat serta anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel Rusni Kasman.
Sementara Ichsan Yasin Limpo terus menerima sejumlah tokoh di posko pemenangan ‘Rumah Kita’ jalan Hertasning, Minggu kemarin.
Kini, para relawan Punggawa-istilah yang melekat pada Ichsan ramai-ramai menjadi mentor untuk program kartu Gerakan Sejuta Punggawa (GSP). Mereka datang silih berganti melakukan simulasi pelatihan sebelum berpencar ke daerah-daerah mensosialisasikan terebosan Ichsan.
“Sebagian yang dilibatkan menjadi mentor dan trainer itu dibekali berbagai persiapan, terutama menyampaikan nantinya manfaat dari kartu Gerakan Sejuta Punggawa,” kata Erick, salah satu penanggung jawab Rumah Kita, Minggu (9/7).
Selain pelatihan untuk mentor dan trainer, Rumah Kita juga sudah difungsikan oleh Ichsan untuk sharing ide dan gagasan dengan berbagai elemen. Seperti bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PPP se Sulsel sehari sebelumnya, serta berbagai tokoh.
Ichsan menegaskan jika Rumah Kita merupakan rumah bersama yang didalamnya tidak ada sekat. Di samping itu, di Rumah Kita, berbagai ide dan gagasan akan dicetuskan untuk terus melanjutkan torehan kemajuan dan keberhasilan yang dicapai Sulsel selama ini.
Bahkan, untuk semakin mempermantap niat Ichsan dalam mewakafkan diri bersama membangun Sulsel, Sang Pelopor Pendidikan Gratis di Indonesia ini, bakal melibatkan hingga 100 guru besar dari berbagai perguruan tinggi. (rif)
NH di Bone, Ichsan Latih Mentor di Rumah Kita
