Site icon Berita Kota Makassar

Pegadaian Ubah Sampah Jadi Emas

MAKASSAR, BKM — Sebuah terobosan baru dilakukan PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI Makassar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Saat ini, Pegadaian menghadirkan program ubah ‘Sampah Jadi Emas’.
”Kami berharap agar program ‘Sampah Jadi Emas’ yang dicanangkan Pegadaian bersama Pemkot Makassar dapat mencapai hasil maksimal,” kata Deputy Area Bisnis Makassar I Kanwil VI PT Pegadaian (Persero) Makassar, Suban Fauzin, di sela peresmian operasionalisasi gedung Bank Sampah Pulau Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Jumat (7/7).
Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Suban Fauzin disaksikan pejabat Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pejabat Kelurahan Kodingareng, pejabat Pegadaian Kanwil VI Makassar, dan ratusan orang warga Pulau Kodingareng.
Dengan adanya bank sampah di Pulau Kodingareng ini, kata Suban, diharapkan dapat memberi kontribusi yang bermanfaat kepada masyarakat setempat. ”Dengan adanya bank sampah ini, masyarakat bisa menjual sampahnya di bank sampah. Dan hasil penjualan sampahnya disimpan dalam bentuk Tabungan Emas Pegadaian,” tutur Suban.
Pada peresmian operasionalisasi bank sampah tersebut, PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar yang diwakili Deputy Area Bisnis Makassar I, Suban Fauzin juga menyerahkan bantuan bina lingkungan sebesar Rp74.500.000.
Bantuan ini dimaksudkan untuk pengadaan sarana dan prasarana bank sampah dan juga sarana WC umum. Pemberian bantuan yang dilakukan secara simbolis di sela–sela acara peresmian gedung bank sampah merupakan suatu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat Pulau Kodingareng.
Pada kesempatan tersebut, Suban Fauzin juga menyampaikan, Pegadaian Kanwil VI Makassar membawahi 71 kantor cabang dan 349 kantor unit yang tersebar di empat provinsi, yakni Provinsi Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Ambon.
”Pegadaian Kanwil VI Makassar terus menerus memperbaiki serta meningkatkan pelayanan kepada nasabahnya. Hal tersebut juga dapat dilihat dari perkembangan perusahaan melalui peningkatan jumlah nasabah yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Juga meningkatnya laba perusahaan, menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan pinjaman atau kredit yang semakin meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Suban. (mir)

Exit mobile version